Jalan-Jalan ke Tokyo, Jepang: Kemana Saja Selama 8 Hari ?

Jalan-jalan ke Tokyo

What’s the best way to describe a city where I spent 8 days out of my 16 days winter vacation in Japan?. Tokyo is indeed my favorite city in Japan! Yet even though I’ve been visiting Japan’s capital twice, and spent half of my recent winter vacation in Tokyo, I still am barely scratch its surface.

Jalan-jalan ke Tokyo

Traveler yang baru pertama kali mengunjungi Jepang hampir pasti memilih untuk jalan-jalan ke Tokyo dulu sebelum menjelajah bagian Jepang lainnya. Kota metropolis terbesar di dunia yang dihuni sekitar hampir 44 juta orang ini memang memiliki daya tarik yang sangat kuat dan memesona. Setiap bagian kota Tokyo memiliki karakteristik yang unik dan khusus, gak jarang menciptakan momen “Only in Japan” bagi para traveler yang berkunjung ke Asakusa, Shibuya, atau Akihabara. Gimana enggak betah disini kalau di 1 kota aja saya bisa menikmati budaya tradisional Jepang (Asakusa), budaya kontemporer (Shibuya & Harajuku), mega-shopping center (Shinjuku & Ginza), pusat anime & manga (Akihabara), plus makanannya cocok di lidah pula.

Kota di Jepang yang pertama kali saya kunjungi adalah Tokyo, tepatnya pada musim semi tahun 2019 lalu. Meski saat itu cuma jalan-jalan ke Tokyo selama 1 hari karena long layover pada penerbangan dari Chicago, Amerika Serikat ke Jakarta. Yah, meski cuma 1 hari tapi acara jalan-jalan ke Tokyo waktu itu cukup berkesan, terutama karena saya suka banget sama Meiji Jingu dan tamannya. Cuma karena waktu itu saya terbiasa ngelihat gedung dan rumah di Amerika yang lumayan klasik, skyscrapers di Tokyo jadi terkesan boring dan unaesthetic.

Sewaktu nyusun itinerary liburan musim dingin, tadinya saya alokasikan waktu 5 hari buat jalan-jalan ke Tokyo. Eh tapi karena saya demen banget ama kotanya dan merasa nyaman disini, setelah pindah ke Kansai region, saya spontan memutuskan buat balik ke Tokyo naik bus dari stasiun Osaka karena JR pass saya udah habis masa berlakunya.

JALAN-JALAN KE TOKYO : ENAKNYA KEMANA AJA?

Jalan-jalan ke Tokyo

Kota yang bernama resmi Tokyo Metropolis ini secara administratif terbagi menjadi 23 special wards (atau distrik kota. dibagian belakang nama wardnya berakhiran -ku, misalnya Shinjuku-ku), 26 cities (-shi), 5 towns (-cho atau -machi), dan 8 villages (-son atau -mura). Ke-23 special wards atau distrik kota sekaligus tempat-tempat wisata berada di sebelah timur kota, sementara cities, towns, dan villages berada di sebelah barat.

Jalan-jalan ke Tokyo
sumber foto : google

Kebanyakan dari tempat wisata yang sering dikunjungi turis saat jalan-jalan ke Tokyo berada di sebelah timur kota. Beberapa distrik kota yang menarik dan ikonik yang bisa kamu masukkan ke dalam itinerary jalan-jalan ke Tokyo diantaranya:

  • Shinjuku: Salah satu dari 23 distrik kota di Tokyo. Shinjuku adalah kawasan bisnis, shopping and entertainment center di Tokyo. Stasiun utama disini, Shinjuku station, adalah stasiun tersibuk di dunia dengan lebih dari 2 juta penumpang setiap hari. Shinjuku merupakan rumah bagi gedung-gedung tertinggi di Tokyo. Salah satunya adalah menara kembar Tokyo Metropolitan Government Office yang mana observation deck-nya bisa dikunjungi secara gratis. Kabukicho, red light district terbesar di Jepang juga berada di Shinjuku.
  • Shibuya: Salah satu distrik paling sibuk dan most colorful di Tokyo. Shibuya adalah pusat entertainment, shopping, serta pusatnya youth fashion and culture.
  • Harajuku: Pusatnya fashion dan teenage culture yang paling ekstrim di Jepang. Di Takeshita Street (Takeshita Dori) kamu bisa melihat anak muda Jepang bercosplay di hari-hari tertentu; selain tentunya shopping di berbagai butik atau jajan crepes.
  • Asakusa: Salah satu distrik tertua di Tokyo yang sukses mempertahankan atmosfer kunonya hingga saat ini. Main attraction di Asakusa adalah kuil Sensoji, kuil tertua di Tokyo; Nakamise street, shopping street di dekat kuil Sensoji yang menjajakan suvenir bertema Jepang dan street food; serta Tokyo Skytree, menara tertinggi di dunia.
  • Roppongi: Rumah bagi banyak kedutaan besar dan expat community. Roppongi terkenal sebagai night life district paling terkenal diantara para ekspat.
  • Ginza: Japan’s premier shopping district. Sebagai pusat shopping, dining, dan hiburan kelas atas di Tokyo, hampir setiap merek fashion dan kosmetik ada disini. Saat jalan-jalan ke Tokyo, cobalah ke Ginza saat weekend dari jam 12 siang hingga 5/6 sore. Pusat Ginza, Chuo Dori ditutup untuk kendaraan jadi kamu bisa jalan-jalan dengan leluasa di Ginza.
  • Akihabara: Pusatnya otaku & anime culture. Ada banyak toko dan gedung yang khusus menjual segala hal yang berhubungan dengan anime dan manga, juga ada banyak toko elektronik. Jalan utama di Akihabara, Chuo Dori ditutup untuk kendaraan bermotor setiap hari Minggu dari jam 1 siang hingga 5/6 sore.
  • Odaiba: Odaiba adalah sebuah pulau buatan di teluk Tokyo. Beberapa landmarks Odaiba diantaranya replika patung Liberty, gedung Fuji Tv dan Gundam statue di DiverCity.

JALAN-JALAN KE TOKYO : HOW TO GET THERE

Jalan-jalan ke Tokyo

Setelah jalan-jalan ke Taipei, Taiwan, saya terbang ke Tokyo menggunakan Scoot selama 3 jam. Tiket saya beli disini dengan harga Rp.1.260.000 sudah termasuk bagasi 20 kg. Tiba di Narita International Airport, saya langsung beli tiket limousine bus seharga 3200 yen tujuan Shinjuku station. Kenapa gak pakai kereta Narita Express?. Gak ada alasannya sih selain karena terakhir kali ke Tokyo saya pakai limousine bus juga untuk menuju Shinjuku juga. Dari Shinjuku Station saya naik subway Marunouchi Line tujuan Yotsuya Sanchome station. Dari station tinggal jalan kaki selama 10 menit ke hostel Pumpkey Shinjuku.

JALAN-JALAN KE TOKYO: GETTING AROUND

Jalan-jalan ke Tokyo

Tokyo (dan Jepang) memiliki sistem transportasi yang luar biasa rapi dan efisien. Pas pertama kali ke jalan-jalan ke Tokyo saya langsung ngeh betapa bagusnya jaringan kereta di kota ini. Cirinya udah jelas, kalau saya gak pernah nyasar artinya nih kota emang jago ngatur sistem transportasinya haha. Dan saya emang gak pernah nyasar, bingung aja jarang. Beda bangetlah sama subway-nya New York City yang jadul dan ngebingungin serta stasiunnya yang kotor dan suram itu.

Selama jalan-jalan ke Tokyo, saya gak beli kartu SUICA atau PASMO, tapi cukup beli tiket satuan di mesin tiket sesuai tujuan saya mau kemana. Kadang pakai JR pass juga kalau kebetulan jalurnya dicover sama JR pass. Tapi buat kamu yang mau praktis dan menghemat waktu, sebaiknya beli kartu SUICA atau PASMO di mesin tiket di setiap stasiun JR East (SUICA) atau di stasiun non JR East (PASMO). Kartu SUICA dan PASMO bisa digunakan untuk naik kereta, subway, bus, juga belanja di convenience stores dan vending machines. Jangan lupa lebihin 500 yen di kartu SUICA kamu sebagai deposit.

JALAN-JALAN KE TOKYO : WHERE TO STAY

Jalan-jalan ke Tokyo

Karena saya suka sama hostel yang saya inepin pas ke Tokyo saat Golden Week 2019 lalu, saya putusin nginep lagi di hostel Pumpkey Shinjuku selama 2 malam dengan harga 3443 yen per malam. Saya suka stayed disini karena lokasinya yang deket kemana-mana plus kamar mandinya ada bath-upnya. Review lengkap mengenai hostel Pumpkey Shinjuku udah saya tulis disini. 6 malam selanjutnya selama jalan-jalan ke Tokyo, saya stayed di Playsis East Tokyo di Asakusa. Yang saya suka dari hostel di Asakusa ini lokasinya deket dengan stasiun Asakusa dan kuil Sensoji, cuma 7 menit jalan kaki. Trus deket juga ke Tokyo Skytree. Saya yang tadinya males buat stay di Asakusa karena kayaknya lokasi ini touristy banget malah jadi betah, dan pas balik ke Tokyo lagi saya nginep lagi disini.

Selain karena lokasi, yang bikin saya betah di Playsis East Tokyo tuh sebenernya karena kamar mandinya ada bath up-nya (meski kecil, standar ukuran Jepang lah) dan amenitiesnya baunya enak haha. Sementara itu kapsul dan kualitas bed-nya not bad lah. Nginep di Asakusa bisa juga jadi pilihan kalau kamu mau menghemat biaya saat jalan-jalan ke Tokyo karena rate hostel di Asakusa hampir setengah dari rate hostel di Shinjuku. Wajar sih karena Shinjuku berada di pusat Tokyo jadi akses kemana-mana lebih dekat. Sedang Asakusa agak jauh. Saya booked hostel di Asakusa disini, sedang rate Playsis East Tokyo per malam sekitar 1947 yen (akhir Desember 2019).

JALAN-JALAN KE TOKYO : THINGS TO SEE & DO

Jalan-jalan ke Tokyo

Ada terlalu banyak tempat wisata dan neighborhoods di Tokyo yang menarik untuk dijelajahi. Karenanya selama 8 hari jalan-jalan ke Tokyo, I still feel barely scratch its surface.

  1. Free Observation Decks at Tokyo Metropolitan Building
Jalan-jalan ke Tokyo

Kamu pengen ngelihat skyline dan landmarks Tokyo dari atas?. Lupakan Tokyo Skytree dan Tokyo Tower. Sebaiknya kamu ke Tokyo Metropolitan Government building di Shinjuku, tepatnya ke lantai 45 karena disini kamu bisa ngelihat view spektakuler kota Tokyo dari ketinggian 202 meter secara cuma-cuma.

Jalan-jalan ke Tokyo

Gunung Fuji, Tokyo Tower, Tokyo Skytree dan kuil Meiji bisa dilihat dengan jelas dari lantai 45 Tokyo Metropolitan building saat cuaca cerah. Gedung ini terdiri dari 2 menara, utara dan selatan. Menara utara buka lebih lama, jadi kalau mau lihat panoramic view kota Tokyo saat malam kamu bisa naik ke menara utara. North observatory buka dari jam 9.30 – 23.00 sedang south observatory buka dari jam 9.30 – 17.30. Kedua menara juga dilengkapi dengan kafe dan toko suvenir.

2. Shinjuku Gyoen Park

Jalan-jalan ke Tokyo

Salah satu tempat favorit saya saat jalan-jalan ke Tokyo. Shinjuku Gyoen park adalah salah satu taman terbesar dan paling populer di Tokyo, termasuk untuk menikmati sakura di musim semi. Sayangnya pas saya kesana masih musim dingin, jadi rumputnya berwarna cokelat, kelihatan kering gitu. Meski begitu, suasana di Shinjuku Gyoen memang tenang banget. Rasanya peaceful banget jalan-jalan di jalan setapak sambil mandangin pohon-pohon dan ngelihatin angsa berenang di kolam. Sampai lupa kalau sebenarnya saya masih berada di tengah hiruk pikuk kota Tokyo!. Shinjuku Gyoen juga dilengkapi dengan glass house yang berisi koleksi tanaman tropis dan subtropis.

Jalan-jalan ke Tokyo

Waktu terbaik untuk mengunjuki Shinjuku Gyoen adalah saat musim semi pas bunga sakura bermekaran dan musim gugur ketika daun-daun berwarna merah keemasan. Tapi kesini saat winter pun masih worthed secara tamannya indah dan terawat. Karena luas, saya perlu waktu sekitar 2 jam buat menjelajah Shinjuku Gyoen. Tapi begitu keluar dari sini pikiran jadi fresh dan relaxed. Untuk masuk ke Shinjuku Gyoen kamu perlu membayar tiket masuk 500 yen.

3. Kabukicho

Jalan-jalan ke Tokyo

Red light district-nya Tokyo. Karena penasaran, malam pertama di Tokyo saya langsung jalan ke Kabukicho buat ngelihat suasana di kawasan yang konon juga jadi sarang yakuza ini. Tapi karena waktu itu hujan cukup deras, Kabukicho lumayan sepi. Besok malamnya saya balik lagi ke Kabukicho dan untungnya pas malam kedua cuaca cerah.

Awalnya saya pikir Kabukicho bakal mirip red light district di Amsterdam, tapi ternyata suasana di Kabukicho biasa banget, kurang seru. Memang ada poster – poster cowok dan cewek cakep di beberapa gedung dan beberapa hostess/ host club tapi ya udah cuma segitu doang. Sepertinya things are happening behind curtains in Kabukicho.

Jalan-jalan ke Tokyo

Tempat yang menarik untuk dikunjungi di Kabukicho saat jalan-jalan ke Tokyo diantaranya adalah Godzilla statue di atas gedung hotel Gracery dan Toho cinema. Kamu bisa naik ke lantai 8 untuk ngelihat Godzilla statue dari dekat atau cukup foto dari jalan dengan background Godzilla statue seperti yang saya lakukan. Kalau kamu termasuk fans berat Godzilla, kamu bisa coba nginep di hotel Gracery karena hotel ini menyediakan 6 kamar dengan view menghadap Godzilla statue.

Jalan-jalan ke Tokyo

Selain Godzilla statue, Robot restaurant yang tersohor itu berada di Kabukicho lho! Tiket masuknya sekitar 5800 – 8000 yen per orang.

Robot restaurant terlalu touristy buat kamu yang lebih suka tempat yang local?. Kalau begitu cobain nongkrong dan minum di Golden Gai dan Omoide Yokocho. Golden Gai adalah gang – gang sempit berisi bar di Kabukicho. Ada lebih dari 200 bar yang tersebar di 6 gang. Saat jalan-jalan ke Tokyo kemarin, akhirnya saya kesampaian juga nyobain minum sake dan makan yakitori di Golden Gai. Yang perlu diperhatikan di Golden Gai adalah adanya bar-bar yang mengenakan cover charges/ biaya duduk ke setiap tamu. Besarnya mulai dari 500-1000 yen per orang dan biasanya aturan cover charges ini ditulis di depan bar. Beberapa bar juga dikhususkan untuk orang Jepang saja alias tertulis no foreigners.

Despite its notorious reputation, Kabukicho dan Shinjuku selalu menjadi kawasan yang pertama saya kunjungi setiap jalan-jalan ke Tokyo. Alasan utamanya karena saya suka banget film Jackie Chan Shinjuku Incident hehe.. I think it’s one of his best movie.

Jalan-jalan ke Tokyo

Petualangan saya di Kabukicho diakhiri dengan nemuin sebuah shrine cantik bernama Hanazono shrine, salah satu kuil shinto paling bersejarah di Jepang. Kuil ini dibangun oleh keluarga Hanazono saat periode Edo.

4. Shibuya Crossing

Jalan-jalan ke Tokyo

Persimpangan jalan yang paling tersohor di dunia. Alasan begitu populernya Shibuya crossing gak perlu dijelaskan lagi. Yang pasti, hampir setiap turis yang jalan-jalan ke Tokyo pasti ikut nyeberang jalan disini dan tak lupa mengabadikan momen “only in Tokyo” ini. Satu spot terbaik untuk mengambil foto dan video Shibuya crossing adalah dari jendela lantai 2 Starbuck di seberang.

Jalan-jalan ke Tokyo

Landmark Shibuya lainnya adalah Hachiko statue yang hampir selalu dikerubuti turis, gerbong kereta Hello Kitty, serta mal Shibuya 109 yang khusus menjual baju-baju cewek.

Jalan-jalan ke Tokyo

Landmark terbaru Shibuya, yaitu Shibuya Scramble Square telah dibuka pada 1 November 2019. Gedung setinggi 230 meter ini memiliki observation decks yang menghadap ke Shibuya crossing di bawah serta menawarkan pemandangan 360 derajat kota Tokyo. Tiket ke Shibuya Sky di lantai 46 Shibuya Scramble Square harganya 1.800 yen bila dibeli secara online.

5. Takeshita Street

Jalan-jalan ke Tokyo

Musim dingin lalu adalah kedua kalinya saya ke Takeshita Street (Takeshita Dori), sebuah pedestrian shopping street yang berisi butik, restoran, kafe dan toko suvenir di Harajuku yang juga menjadi pusatnya fashion anak muda Jepang. Kali ini saya sempetin shopping disini, tepatnya di Big Camera karena saya perlu hair straightener hehe..

6. Omotesando

Jalan-jalan ke Tokyo

Di distrik Harajuku, favorit saya bukanlah Takeshita Street melainkan Omotesando. Alasannya ya apalagi sih kalau bukan karena area ini dipenuhi high-end fashion stores macam Dior dan Gucci. Selain mampir ke butik international brands, saya juga sempat nyobain window shopping di sebuah butik vintage. Butik bernama vintage QOO Tokyo ini menarik banget karena punya banyak koleksi tas Chanel vintage. Harganya? Oo.. ternyata masih puluhan juta rupiah…

Jalan-jalan ke Tokyo

Omotesando selalu pleasant buat saya karena jalanannya yang gak begitu ramai dan diisi dengan banyak butik cantik serta trendy coffe shops. Di kawasan ini juga ada Omotesando Hills, sebuah shopping complex berlantai 6.

7. Meiji Jingu

Jalan-jalan ke Tokyo

Satu tempat di Harajuku yang selalu saya kunjungi adalah Meiji Jingu/ Shrine yang berjarak 5 menit dari Takeshita Street. Alasannya karena saya suka banget jalan -jalan diantara rimbunnya pepohonan di Meiji Jingu.

Kuil yang berada persis di belakang stasiun Harajuku ini didedikasikan untuk roh kaisar Meiji dan permaisuri Shoken. Dibangun pada 1920, kuil Meiji sempat hancur saat perang dunia kedua namun segera dibangun sesaat setelah perang usai. Lokasinya yang terhubung dengan Yoyogi park bikin kuil Meiji asyik untuk jalan-jalan santai. Suasananya tenang dan teduh banget. Asyiklah ada hutan hijau yang rimbun di tengah kota begini.

Jalan-jalan ke Tokyo

Kalau sebelumnya cuma ikut ambil Omikuji, kali ini saya iseng ikut nulis permohonan dan harapan di tempat ini. Tak lupa juga beli charm seharga 800 yen 😀

8. Sensoji Temple

Jalan-jalan ke Tokyo

Kuil tertua sekaligus paling terkenal di Jepang yang wajib kamu kunjungi saat jalan-jalan ke Tokyo. Kuil Sensoji adalah kuil Buddha yang didedikasikan bagi Kannon, dewi belas kasih. Telah hadir sejak 1400 lalu, kuil Sensoji sempat hancur beberapa kali karena kebakaran, gempa bumi, dan terakhir karena pengeboman Tokyo pada perang dunia kedua. Pasca perang, Sensoji kemudian dibangun ulang dan berdiri kokoh hingga saat ini.

Jalan-jalan ke Tokyo

Karena dekat dengan tempat tinggal saya selama jalan-jalan ke Tokyo, saya sempat berkali-kali ke Sensoji. Tapi emang sih setiap sudut kuil yang didominasi warna merah hitam ini menarik banget. Mulai dari Kaminarimon gate di luar, Hanzomon gate, main hall, sampai pagoda 5 lantai sedap dipandang.

Jalan-jalan ke Tokyo

Diantara Kaminarimon dan Hanzomon gate ada Nakamise street, sebuah jalan yang dipenuhi kios suvenir dan street food. Disini kamu beli oleh-oleh sekaligus nyicip beberapa snack Jepang. Di sekitar Sensoji juga ada beberapa shopping street lainnya termasuk pusat oleh-oleh Don Quijote.

Here are some picturesque corner of Sensoji:

9. Asakusa

Jalan-jalan ke Tokyo

Let’s say I was wrong about Asakusa. I thought I will be finding this area as an annoying very touristy area and indeed it is touristy. Tapi gak jauh dari Sensoji, saya menemukan kawasan residensial Asakusa yang tenang dan gak ramai. Karena alasan itu jugalah akhirnya saya mutusin untuk stay di Asakusa selama 6 hari saat jalan-jalan ke Tokyo. Karena pengen nyantai aja di Asakusa sekaligus mulihin energi setelah kecapekan jalan kaki mulu, saya sempet nyewa sepeda selama beberapa jam dan exploring Asakusa sampai ke sebuah taman di area perumahan gitu dan ke Tokyo Skytree.

Jalan-jalan ke Tokyo

Biaya sewa sepeda ini cuma 200 yen aja selama 4 jam. Tempatnya berada di sebelah Asakusa pier, tempat penjualan tiket boat menuju ke Odaiba. Untuk nyewa, cukup isi formulir dan tunjukkan paspor aja. Lumayan kan bisa muter-muter Asakusa ala warga setempat 🙂

Jalan-jalan ke Tokyo

Dengan sepeda ini juga, saya nemuin lokasi Tokyo Skytree yang ternyata gak jauh dari hostel saya. Di sebelah Tokyo Skytree ada sebuah mal yang mana di bagian depachinka-nya ada banyak makanan enak buat sarapan.

Jalan-jalan ke Tokyo

Satu tempat yang belum sempet saya datengin adalah gedung Asahi beer headquarters. Sebagai merek bir Jepang yang paling terkenal, rasanya sayang kalau gak nyempetin mampir kesini. Apalagi di top floor kita bisa ngelihat view Asakusa dan sungai Sumida sambil nikmatin bir Asahi dan snack. Next time ya!

10. Roppongi

Jalan-jalan ke Tokyo

Rumah bagi banyak kedutaan besar dan expat community. Roppongi terkenal sebagai night life district paling terkenal diantara para ekspat di Tokyo. Restoran dan bar di Roppongi bahkan banyak yang cater specifically to the expat community. Saya ke Roppongi waktu itu tujuannya bukan buat nongkrong di bar disana, melainkan karena pengen banget nyicip gluhwein di Christmas market yang digelar di Roppongi Hills. Lumayan juga perjuangannya demi segelas mulled wine/ vin chaud. Saya mesti antre 30 menit secara waktu itu Christmas eve.

Jalan-jalan ke Tokyo

Beginilah suasana Christmas market di Roppongi hills waktu itu. Gluhwein-nya gimana rasanya? Hmm not bad lah, tapi terlalu manis sih. Dari Roppongi Hills saya nekat jalan kaki menuju Tokyo Tower. Gak jauh sih, cuma 1,7 km. Cuma karena panduannya hanya ngikutin arah puncak tower jadinya lama deh jalan kakinya.

Jalan-jalan ke Tokyo

Roppongi Hills yang saya kunjungi selama jalan-jalan ke Tokyo sebenarnya adalah komplek perkantoran, residensial, dan entertainment center. Selain itu ada juga Tokyo Midtown. Roppongi juga dikenal sebagai pusat budaya berkat adanya beberapa museum seperti Mori Art Museum, The National Art Center, dan Suntory Museum of Art. Next time I should visit Mori Art Museum, I had already been curious about this museum but didn’t have a chance to go there.

11. Ginza

Jalan-jalan ke Tokyo

Japan’s premier shopping district. Sebagai pusat shopping, dining, dan hiburan kelas atas di Tokyo, hampir setiap merek fashion dan kosmetik ada disini. Di Ginza ada banyak department store dan mal. Sampe bingung milih mo masuk kemana dulu. Saya cuma sekali ke Ginza pas jalan-jalan ke Tokyo. Cuma sempet ke Muji, ABC Mart, dan beberapa stores lainnya. Udah jelas Ginza termasuk kawasan yang harus saya explore lagi musim semi nanti.

12. Akihabara

Jalan-jalan ke Tokyo

Pusatnya anime & otaku culture. But, am I an Otaku?. I was, tapi karena kebanyakan hobi jadinya saya gak ngikutin anime & manga lagi. Karena udah denger keunikan Akihabara, saya sempetin main kesini selama jalan-jalan ke Tokyo. Tapi kok agak mengecewakan ya?. Saya sempet mampir ke Animate tapi manga dan action figure disana lebih ditujukan ke pasar cowok. Dan beberapa gedung lain tutup, tapi sepertinya karena waktu itu lagi libur Christmas.

Yang menarik di Akihabara adalah sebuah jalanan yang dipenuhi cewek-cewek muda berkostum maid. Cute banget deh mereka, cuma sayangnya gak boleh diambil fotonya. Saya juga sempet ke maid cafe. Tapi agak gak worthed deh ngabisini ribuan yen disini. Ini kafe lebih ditujuan buat cowok. Coba kalau ada butler cafe pasti saya mampir hahaha…

Selain toko-toko bertema anime & manga, di Akihabara juga ada banyak toko elektronik. Salah satunya Yodobashi Camera. Selain itu ada juga Gundam cafe cuma saya gak mampir kesini.

Karena waktu itu Christmas, saya putusin untuk coba ngikutin ngerayain Christmas ala orang Jepang, yaitu dengan makan KFC!

12. Odaiba

Jalan-jalan ke Tokyo

Kawasan terakhir yang saya kunjungi selama jalan-jalan ke Tokyo. Odaiba adalah sebuah pulau buatan di teluk Tokyo. Pulau yang dihubungkan oleh Rainbow bridge dengan mainland Tokyo ini kini dikenal sebagai salah satu atraksi turis yang paling terkenal di Tokyo sekaligus tempat kencan dengan berbagai pilihan tempat shopping, dining, dan hiburan. Tapi awalnya Odaiba dibangun pada akhir periode Edo sebagai pulau berbenteng untuk melindungi Tokyo dari serangan musuh lewat laut.

Selain dengan subway, Odaiba bisa diakses dari Asakusa dengan naik water bus. Departing pointnya dari Asakusa pier yang berada disamping stasiun Asakusa. Sementara dari Odaiba naiknya dari Odaiba pier di depan mal Aquacity. Tiket bisa dibeli di loket di Asakusa pier seharga 1720 yen, sedang lama perjalanan 50 menit.

Jalan-jalan ke Tokyo

Beberapa landmarks Odaiba diantaranya replika patung Liberty, gedung Fuji Tv dan Gundam statue di DiverCity. Saya gak gitu tertarik mengunjungi patung Liberty secara udah pernah ke patung aslinya di NYC. Lagipula waktu itu udah malem juga. Yang saya datengin Gundam statue dan mal DiverCity.

Jangan lewatkan juga untuk mengunjungi mal Aquacity dan DiverCity, Oedo Onsen Monogatari, Ferris Wheel, Toyota Mega Web, dan teamLab Borderless saat kamu jalan-jalan ke Tokyo.

Jalan-jalan ke Tokyo

Tokyo has too many to offer! Buktinya aja, tulisan jalan-jalan ke Tokyo ini jadi tulisan terpanjang yang pernah saya tulis di blog ini. Dan karena saya masih merasa belum kenal Tokyo meski udah stay disana selama 8 hari, musim semi ini saya mesti balik! Masih ada Ueno, Tsukiji, Ameyokocho, Ginza & Roppongi (lagi), Ghibli museum, Mori art museum, teamLab Borderless dan tentunya Disneyland Tokyo yang menunggu untuk diexplore! Gak sabar deh buat jalan-jalan ke Jepang tanpa tour bulan Mei mendatang.

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  4. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  5. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Watch & subscribe to my daily vlog in America at my YouTube channel : Dada Kimura

7 thoughts on “Jalan-Jalan ke Tokyo, Jepang: Kemana Saja Selama 8 Hari ?

  1. Pingback: Jalan-Jalan ke Kyoto : Itinerary 4 Hari Ke Ibukota Masa Lampau Jepang – The Island Girl Adventures

  2. Pingback: Jalan-Jalan ke Kobe, Jepang : Port City-nya Jepang yang Bernuansa Eropa – The Island Girl Adventures

  3. Pingback: Jalan-Jalan ke Osaka, Jepang : Having Fun Tapi Juga Kena Sial di Food Capital of Japan – The Island Girl Adventures

  4. Pingback: Rekomendasi Hotel di Jepang – The Island Girl Adventures

  5. Pingback: Trip ke Gunung Fuji, Jepang. Memorable Tapi Juga Kena Bad Luck – The Island Girl Adventures

Leave a Reply to mysukmana Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s