Pengalaman Terbang dengan All Nippon Airways (ANA)

Pengalaman terbang dengan All Nippon Airways

Masih inget gak dengan dorama ‘Good Luck’ yang dibintangi Takuya Kimura tahun 2003 lalu? Disitu doi berperan jadi pilot maskapai ternama Jepang All Nippon Airways (ANA). Abis nonton dorama itu jadi penasaran dan pengen terbang dengan ANA. But since I havent been to Japan and busy exploring western hemisphere, I didnt get the chance to fly with ANA until this May. Setelah nyobain sekali terbang dengan ANA, akhirnya saya punya juga pengalaman terbang dengan All Nippon Airways yang bisa dibagikan.

Pengalaman terbang dengan All Nippon Airways
Remember this dorama ? Pic from Google

Karena (terpaksa) pulang ke Indonesia, saya ambil tiket pesawat ANA dari Chicago ke Jakarta dg harga sekitar $520. Gak murah emang untuk one way flight dan belinya pun sejak 1 bulan sebelum keberangkatan. Tapi karena penasaran pengen ngerasain servicenya ANA dan plus dapet transit hampir 1 hari di Tokyo maka diambillah tiket ini di traveloka. Sebenarnya ada juga opsi maskapai lain yang jauh lebih murah yaitu China Eastern seharga kurang dari $250. Jauh banget kan harganya dari ANA. Besok deh pas balik ke US pakai China Eastern, affordable dan dapet transit di Beijing.

Setelah terbang selama 25 jam dari Chicago ke Jakarta dengan transit selama 21 jam 20 menit di Tokyo, berikut pengalaman terbang dengan All Nippon Airways :

  1. Friendly staff
Pengalaman terbang dengan All Nippon Airways
Safety instruction video-nya lucu

Check in di bandara O’hare Chicago berjalan lancar. Saya merasa dibantu banget ama staf ANA karena bapak ini selain friendly dia nawarin saya untuk duduk di kursi yang kosong. Seneng banget dong bisa duduk sendirian, gak perlu senyum basa-basi ama sebelah, bahkan bisa tiduran. Sebenernya petugas check in yang berasal dari Phillipines ini stafnya United Airlines. Cuma sepertinya ANA punya kerjasama dengan United Airlines di US, jadi semua proses check in sampai di gerbang keberangkatan dihandle ama mereka.

2. The Food

Pengalaman terbang dengan All Nippon Airways
Delizioso !

Food barangkali faktor utama kenapa saya puas banget terbang dengan ANA. Bukan cuma kuantitasnya tapi kualitas rasa makanannya enak banget. Secara di Amerika cuma bisa makan di resto Asia seminggu sekali sedang sisanya makan makanan Amerika dan masak sendiri yang variannya itu-itu doang, rasanya seneng banget bisa makan masakan Jepang yang gak dibeli di supermarket (I bought sushi at The Festivals every week!). Fresh dan banyak macemnya 🙂 Sepanjang perjalanan dari Chicago – Tokyo itu saya dapet 2x makan besar plus endless snack and drink. Selain Japanese food, pilihan makanan lainnya adalah pasta yang rasanya juga top banget hehe. Selain itu, ANA juga gak pelit ngasih tambahan snack dan minuman. Pokoknya, tulisan pengalaman terbang dengan All Nippon Airways ini jadi bagus berkat standar makanan mereka haha.

3. Ecellent service from cabin crew

Pengalaman terbang dengan All Nippon Airways
My seat

Yang paling saya inget dari ANA selain makanan adalah kualitas servis dari para awak kabin. Jadi ceritanya saya lagi kena spring flu (kata Kyle gitu). Karena hidung yang super sensitif dan di Amerika lagi pergantian ke musim semi. Ada banyak serbuk dari tanaman di udara makanya jadi sering bersin. Sepanjang perjalanan Chicago – Tokyo tuh udah gak bisa dihitung deh berapa kali saya bersin. Rasanya ya pasti gak enak banget, serasa energi disedot keluar tubuh dan jadi gak bisa enjoying film di pesawat. Belum lagi saya merasa gak enak karena mengganggu penumpang lain yang mau istirahat. Untungnya pesawatnya lumayan kosong dan saya duduk di bangku deretan belakang yang gak ada penumpangnya. Ngelihat saya tersiksa seorang pramugari ANA bolak-balik nawarin minuman. Setelah minum berulang kali akhirnya saya nolak minum lagi eh mbaknya nawarin teh panas. Wah pas banget kan lagi flu berat gini. Suka aja sih sama pramugarinya yang attentive sama kondisi penumpang.

Saya sih merasa ini nih truly Asian hospitality. Memang kalau soal hospitality tuh orang Asia juaranya. Kalau dibandingkan dengan maskapai Eropa dan Amerika ya jauh lah standarnya. Bukannya cabin crew maskapai Eropa dan Amerika gak ramah dan attentive tapi mungkin karena beda kultur jadi saya merasa mereka gak seperhatian dan setulus orang Asia dalam hal melayani pelanggan. Makin jauh lagi kalau dibandingkan servicenya Turkish Airlines yang meski makanannya banyak dan enak tapi cabin crewnya gak begitu ramah, based on my experience flying with them. With ANA, I have begun to feel that I am in Asia even though it is still tens of thousands of kilometers away.

Meski in general saya punya pengalaman terbang dengan All Nippon Airways yang bagus, menurut saya ada beberapa downside dari maskapai ini. There’s some rooms for improvement. Hal yang minor diantaranya kursinya yang termasuk non reclining seat. Tapi gak jadi masalah banget sih karena saya bisa tiduran di kursi sebelah yang kosong. Hal yang lumayan mengganggu sebenarnya adalah respon di twitter yang lumayan lama dan seringkali cuma diarahkan ke link website mereka (berkali-kali klik linknya tapi jawaban pertanyaan saya gak ada di website mereka). Jadi kesannya kurang ngebantu gitu. Maskapai yang bagus dalam hal mengelola pertanyaan lewat twitter contohnya Norwegian Air. Sewaktu mau ke Eropa akhir tahun 2018 lalu saya sering banget mention dan kirim DM dan CSnya selalu jawab cepat dengan jawaban yang jelas.

Landing di Haneda, Tokyo, Jepang, hal pertama yang saya cari adalah jasa pengiriman barang dari Haneda ke Narita. Yep, my next flight will be flying from Narita not Haneda, and my baggage won’t be going through to Jakarta. Artinya saya mesti ambil bagasi di Haneda dan bawa sendiri ke Narita. I did my research actually but I haven’t been in a situation like this. Biasanya bagasi terbang langsung ke destinasi tujuan. Gara-gara kejadian ini sempet ngerasa pengalaman terbang dengan All Nippon Airways (ANA) kok nyebelin. Yah sudahlah akhirnya karena gak bisa kirim koper dan tas ke Narita (perlu waktu 2 hari karena lagi golden week di Jepang and I had 21 hours only) akhirnya saya mesti bawa 4 koper dan tas keliling Tokyo sampai akhirnya nemu coin locker di stasiun Shinjuku. Lessons learned ! But I also think ANA should have provided a better baggage service kalau penerbangannya ada transit dan terbang lagi lewat bandara yang berbeda.

Apakah saya masih mau pakai ANA in the future?. Ya pastilah.. kalau makanannya oke dan awak kabinnya baik dan attentive udah pasti akan saya pakai lagi. Next trip ke Jepang malah rencananya mau nyobain JAL biar bisa bandingin ANA dan JAL bagus mana. What about you ? Kamu punya pengalaman terbang dengan All Nippon Airways (ANA) ?.

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following link to see my traveling video that has been aired in Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  4. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  5. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Watch & subscribe my daily vlog in America at my youtube channel : Dada Kimura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s