Rekomendasi Hotel di Jepang

Rekomendasi Hotel di Jepang

Artikel ini saya tulis karena saya menerima lumayan banyak pertanyaan seputar akomodasi selama winter trip saya ke Jepang bulan Desember & Januari lalu, baik lewat private message maupun social media. Dalam 16 hari, saya menjelajah Tokyo, Kyoto, Osaka, Kobe, Yokohama, Nara, serta gunung Fuji. Tentunya saya pindah dari satu hotel/ hostel ke penginapan lainnya. Bagi kamu yang ingin dan sedang berencana liburan ke Jepang, berikut rekomendasi hotel di Jepang yang saya susun per kota dan berdasarkan pengalaman saya sendiri.

REKOMENDASI HOTEL DI JEPANG : TOKYO

Rekomendasi Hotel di Jepang
Sumber : google.com
  1. Playsis East Tokyo

Playsis East saya pilih menjadi rekomendasi hotel di Jepang yang pertama. Saya nginep disini selama 6 malam saat jalan-jalan ke Tokyo musim dingin lalu. Hostel yang berada di Asakusa ini lokasinya sangat strategis. Cuma perlu jalan kaki selama 7 menit dari hostel untuk menuju kuil Sensoji dan stasiun Asakusa. Kalau mau ke Tokyo Skytree dan mal di bawahnya bisa jalan kaki selama 10 menit atau lebih cepat lagi kalau pakai sepeda. Saya yang tadinya males buat stay di Asakusa karena kayaknya lokasi ini touristy banget malah jadi betah, dan pas balik ke Tokyo lagi saya nginep lagi disini.

Selain karena lokasi, yang bikin saya betah di Playsis East Tokyo tuh sebenernya karena kamar mandinya ada bath up-nya (meski kecil, standar ukuran Jepang lah) dan amenitiesnya baunya saya suka banget hahaha. Sementara itu kapsul dan kualitas bed-nya not bad lah. Nginep di Asakusa bisa juga jadi pilihan kalau kamu mau menghemat biaya saat jalan-jalan ke Tokyo karena rate hostel di Asakusa hampir setengah dari rate hostel di Shinjuku. Wajar sih karena Shinjuku berada di pusat Tokyo jadi akses kemana-mana lebih dekat. Sedang Asakusa agak jauh. Saya booked hostel di Asakusa disini, sedang rate Playsis East Tokyo per malam 1947 yen (akhir Desember 2019).

2. Hostel Pumpkey Tokyo

Rekomendasi Hotel di Jepang

Saya udah 2x nginep di hostel yang berada di Shinjuku ini. Pertama saat Golden Week 2019 di Tokyo, kemudian yang kedua kalinya pada Desember lalu selama 2 malam dengan harga 3443 yen per malam. Saya suka stayed disini karena lokasinya yang deket kemana-mana plus kamar mandinya ada bath-upnya. Buat kamu yang belum sempat jalan-jalan di Jepang dengan memakai kimono, kamu bisa lho nyobain makai yukata dan selfie di hostel Pumpkey for free.

Pas pertama kali liburan ke Jepang, saya emang sengaja cari hostel di Shinjuku karena mau main ke area deket-deket sini. Pada golden week 2019, harga yang saya dapet adalah $33/ malam. Untuk menuju kesini, saya naik limousine bus dari bandara Haneda lalu turun di depan stasiun subway Shinjuku, lanjut naik subway Marunouchi line tujuan Ikebukuro dan turun di stasiun akhir Yotsuya-Sanchome. Dari stasiun, cukup nyebrang jalan lalu jalan kaki selama 10 menit. Hostelnya berada di jalan kecil di sebelah gedung Korean center. Lokasi udah pasti oke, tapi yang bikin saya impressed banget dan rela masukin ke list rekomendasi hotel di Jepang adalah cleanliness-nya. Udah bukan rahasia memang kalau orang Jepang tuh bersih banget, but so does the American. Kirain standar bersihnya hostel di Tokyo akan sama dengan di NYC tapi oh oh ternyata it’s far better..! Saya suka banget pokoknya ama semua ruangan di hostel ini karena super bersih, termasuk kamar mandi dan dormnya. Bahkan kasurnya pun empuk.

Rekomendasi Hotel di Jepang

Kamar mandi di hostel ini terdiri dari 2 ruangan. Ruangan pertama sebagai tempat untuk naruh barang-barang, sedang ruangan kedua terdiri dari bathup dan shower. Tapi bathup di hostel Pumpkey ini cute sekali. Toilet berada di ruangan lain. Sedangkan hair dryer berada di area wastafel.

Harga $33/ malam yang saya bayar sudah termasuk dengan breakfast. Tanpa breakfast harganya $31/ malam. Breakfast disajikan di common room yang juga merangkap sebagai dining room dan dapur. Breakfastnya sih simpel, terdiri dari roti dan selai. Coba kalau disajikan makanan Jepang pasti better ya…

Alasan lain kenapa saya memasukkan hostel Pumpkey Tokyo ke dalam list rekomendasi hotel di Jepang karena stafnya ramah-ramah. Salah satu stafnya adalah seorang mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah doctorate di Tokyo. Kata mas ini, entah kenapa turis Indonesia jarang nginep di hostel ini. Sementara itu, karena saya belum pernah makai airbnb di Tokyo, saya belum ada rekomendasi airbnb di Tokyo yang bisa dibagi. Saya lebih suka nginep di hostel saat solo travel karena bisa ngobrol sesekali dengan traveler lainnya.

REKOMENDASI HOTEL DI JEPANG : KYOTO

Rekomendasi Hotel di Jepang

Santiago Guesthouse Kyoto

Selama jalan-jalan ke Kyoto selama 4 hari saya cuma nginep di 1 tempat saja, yaitu di Santiago Guesthouse Kyoto. Abisnya, udah nyaman disini dan lokasinya strategis banget, jadi buat apa pindah lagi. Udah pasti juga guesthouse ini jadi pilihan saya sebagai rekomendasi hotel di Jepang, tepatnya di Kyoto.

Akomodasi saya selama jalan-jalan ke Kyoto sangatlah convenient. Santiago Guesthouse Kyoto terletak di distrik Higashiyama yang dikenal sebagai temple and historic district-nya Kyoto, tepat di seberang kuil Kiyomizu-dera! Gimana gak enak banget tuh?. Kalau mau ke Gion juga tinggal jalan kaki, lurus aja selama 15 menit. Sementara itu kalau mau jajan ada combini Family mart yang berjarak 2 menit jalan kaki. Selain itu, kalau kamu mau naik bus, bus stopnya berjarak 200 meter aja dari guesthouse.

Saya bayar 2150 yen per malam disini dan nginep di Santiago selama 4 malam. Hal yang paling saya suka dari guesthouse ini adalah kamarnya. Meski judulnya dormitory, tapi ‘kamar’nya luas disertai dengan meja dan space yang cukup buat naruh koper. Kasurnya pun meski tipis tapi nyaman dan empuk banget. Pas saya pindah ke female dormitory hari berikutnya saya malah dikasih kamar yang lebih luas dari sebelumnya. Di lantai bawah ada lounge yang bisa dipakai buat mingle with other travelers, makan, atau kerja. Kalau kamu lagi malas makan keluar selama jalan-jalan ke Kyoto, guesthouse ini juga menyediakan masakan Nepali curry dengan harga lumayan terjangkau. Kenapa kari ala Nepal? Ya udah pasti karena kokinya orang Nepal dong. Fasilitas lainnya yang mempermudah hidup saya adalah adanya coin washing machine and dryer.

Downsidenya ada pada kamar mandinya yang mana dicampur cowok dan cewek. Dan kadang bagian wastafel gak begitu bersih. Ya gimana mau bersih kalau semua tamu makai area kamar mandi yang sama. Bath up pun cuma ada 2 dan karena dicampur jadinya saya males berendam disitu dan terpaksa pakai shower deh. Selain itu, kamar tidur gak ada kuncinya, jadi siapa pun bisa masuk.

REKOMENDASI HOTEL DI JEPANG : KOBE

Rekomendasi Hotel di Jepang

Guesthouse Kobe Sannomiya 

Saat jalan-jalan ke Kobe, saya nginep di airbnb yang berada tak jauh dari Sannomiya station. Maya yang nemuin penginapan ini. Just like Kyle, she has a unique skill to find nice hotels & restaurants hahaha. Saya suka banget dengan airbnb ini karena eksterior dan interiornya yang Amerika banget. Jadi berasa balik ke US lagi deh..

Rekomendasi Hotel di Jepang

Yang unik dari airbnb ini adalah kita gak pernah ketemu sama sekali dengan host maupun employees dari penginapannya. Semua komunikasi dilakukan lewat e-mailHouse manual dikirim ke e-mail saya setelah menyelesaikan reservasi. Sementara passcode untuk masuk ke rumah dikirim 48 jam sebelum kedatangan. Karena baru pertama kali nginep di penginapan secanggih ini, kita perlu waktu beberapa saat buat nemuin passcode dan memasukkan passcode yang benar buat ngebuka pintu depan rumah. Selain self-check-in, karena gak ada pegawai, tamu juga mesti mau self-service, misalnya pas check out, sprei, selimut, dan handuk mesti ditaruh di keranjang dan dibawa ke tempat khusus barang kotor.

Rekomendasi Hotel di Jepang

Meski lokasinya agak nyempil, tapi saya impressed banget sama propertinya. Guesthouse Kobe Sannomiya Dormitory well-equipped dan kamarnya well-decorated dengan interior yang didominasi warna hijau pastel dan putih yang cute dan stylish. Suka banget deh dengan rumah kayu ala American countryside yang canggih ini. Kamar yang kita tempati terdiri dari 4 tempat tidur susun. Seperti lazimnya penginapan di Jepang, they put more attention to details to make every guest feel more comfortable, seperti adanya kotak khusus buat naruh sepatu untuk setiap tamu dan amenities di kamar mandi. Seperti layaknya rumah, airbnb ini dilengkapi juga dengan mesin cuci koin, dryer, dan dapur. Harga airbnb ini $14/ orang/ malam dan hanya dikhususkan untuk cewek. Kamu tertarik buat nginep disini saat jalan-jalan ke Kobe?. Sign up dulu disini untuk mendapatkan $31 off saat booking.

Saya emang cuma nginep 1 malam disini tapi karena suka dan betah banget, saya yakin buat masukin guesthouse ini dalam list rekomendasi hotel di Jepang. Kamu mesti cobain kesini juga kalau jalan-jalan ke Kobe!

REKOMENDASI HOTEL DI JEPANG : OSAKA

Rekomendasi Hotel di Jepang
Sumber : google.com
  1. Lore Hostel Dotonbori

Saya nginep di 2 tempat berbeda saat jalan-jalan ke Osaka. Yang pertama adalah Lore Hostel Dotonburi. Lokasi jadi main selling point hostel ini karena berada persis di tengah Dotonburi. Dormitory yang saya tempati kasurnya empuk, nyaman dan gak sempit. Shower room, toilet, washing machine, dan common room juga tersedia di ruang khusus dan terpisah berdasar gender. Sayangnya, kebanyakan tamu hostel berasal dari mainland China dan mereka berisiknya luar biasa. Termasuk di pagi hari pas saya masih pengen tidur (apalagi jam tidur kepotong karena mesti ikut perayaan pergantian tahun baru yang rese itu), beberapa dari mereka sibuk packing dan unpacking dengan lumayan berisik. Kurang considerate aja sih sama tamu-tamu lainnya..

Selain itu hostel ini juga gak ada ruang tunggu or even sofa. Adanya cuma meja resepsionis. Jadi kasihan kan temen saya mesti duduk di tangga selama nunggu saya ganti baju di kamar. Lore Hostel Dotonburi ini terkesan ditujukan untuk turis yang datang dalam grup besar. Tapi kalau main consideration kamu adalah lokasi, dan gak akan ngehabisin waktu lama di hostel ya gak masalah juga tinggal disini. Saya booked disini dengan harga 3870 yen/ malam, not bad mengingat saya stayed di malam tahun baru.

2. Yolo Hotel Museum

Rekomendasi Hotel di Jepang

Akomodasi kedua adalah Yolo Hotel Museum yang ditemukan Maya saat kita akan balik ke Osaka setelah exploring Kobe selama 2 hari. It was a very good deal karena saya bisa tidur di private room dengan harga yang sangat terjangkau! Di hotel yang saya booked dari sini biaya per malamnya cuma 2251 yen. Tentunya ini harga per orang ya, guys karena harga hotel di Jepang dihitung per orang.

Jelas saya merasa jauh lebih nyaman tinggal di private room di Yolo Hotel Museum dibanding hostel, meski kamar mandinya terpisah di luar kamar. Hanya saja meski harganya affordable banget, hotel ini berada di bagian selatan Osaka, tepatnya dekat dengan Shinsekai dan di sekitar kawasan ini ada banyak homeless people. Sewaktu kita berdua balik ke hotel dari stasiun Shin-Imamiya, kita ngelihat banyak orang mabuk dan ada banyak polisi yang lagi tugas juga, entah mau nangkap siapa. Kalau kamu tipe traveler yang takut jalan kaki sendirian di malam hari sebaiknya cari tempat lain atau mesti nginep disini bareng temen. Sisi positifnya, hotel ini deket banget dengan Shinsekai. Cukup jalan kaki 10 menit udah sampai Shinsekai dan ada sebuah public bath juga di dekat sini.

Hal menarik lainnya dari hotel ini adalah hampir semua karyawannya orang asing, terutama bule-bule. Entah mereka kerja disini dalam rangka working holiday atau emang niat kerja di Jepang. Cuma lucu aja petugas hotel dan restoran semuanya orang asing.

Dari kedua tempat diatas, saya lebih pilih hotel kedua untuk masuk daftar rekomendasi hotel di Jepang versi saya, karena lebih nyaman dan saya suka dengan Shinsekai, yang mana berada dekat dengan Yolo Hotel Museum.

Rekomendasi hotel di Jepang yang saya buat diatas tidak mencakup Yokohama, Kawaguchiko dan Nara karena di tiga kota ini saya cuma day trip aja alias nggak nginap. Kalau kamu perlu rekomendasi hotel murah di Jepang dekat stasiun, coba deh nginep di salah satu tempat diatas karena semua berada dekat dengan stasiun, kecuali di Kyoto yang lebih dekat dengan bus stop.

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following link to see my traveling video that has been aired in Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  4. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  5. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here

Watch & subscribe my daily vlog in America at my youtube channel : Dada Kimura

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s