Wajib Tahu! 7 Tips Hemat Uang Saat Traveling ke Eropa

hemat uang, traveling ke Eropa
I’ve got many DMs asking me how much money I spent in Europe this spring. Or, how much is the minimum budget should they prepare for a 2-3 weeks visit to Europe? When I told them how much I had spent, they seemed to be surprised. The truth is, ada banyak cara untuk menghemat uang saat traveling ke Eropa. Hal ini bukan berarti selama 4 minggu traveling ke Eropa saya ngirit terus, tapi saya melakukan beberapa trick and tips yang sukses buat menekan budget di beberapa area sehingga saya bisa splurge untuk hal lainnya, misalnya shopping atau makan di restoran.

7 Tips Hemat Uang Saat Traveling ke Eropa

Karena udah banyak yang nanya soal cara menghemat uang selama traveling ke Eropa, kali ini saya akan sharing cara-caranya based on my own pengalaman traveling ke Eropa 4x.

  1. Cari Tiket Murah
hemat uang, traveling ke Eropa
Photo by Natu00e3 Romualdo on Pexels.com

Well, everybody knows this. But, the question is, can everybody do it? The answer is no, even me. Memang ada orang-orang yang jago buat dapetin tiket murah saat promo gila-gilaan dari OTA, misalnya tiket gledeknya tiket.com, tapi entah kenapa saya gak pernah hoki. Satu-satunya tiket murah yang saya dapetin adalah tiket Air Asia dari Jakarta ke Penang seharga 200.000 Rupiah yang saya dapetin pas promo, itu pun untuk keberangkatan next year. Hmm trus tipsnya apa dong kalau kita gak hoki dapet tiket gledek?

BACA JUGA :

One Day Trip ke Luksemburg, Negara Terkaya di Dunia. Saking Kayanya Bus Digratisin!

Jalan-Jalan ke Colmar, Prancis. Kota Negeri Dongengnya Prancis

Pengalaman Naik Budget Flight Eropa (Easyjet dan Ryan Air)

The key to get cheaper ticket is dengan beli tiket jauh-jauh hari, maksimal 1 bulan sebelum traveling ke Eropa dan untuk keberangkatan saat low season, yaitu di musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (September-November). Saya pernah dapet tiket PP ke Amsterdam, Belanda yang lumayan banget, yaitu 7,5 juta Rupiah untuk traveling ke Eropa bulan Mei 2016 dengan Turkish Airlines. Sayangnya, tahun 2017 saya kebanyakan galau yang berakibat traveling ke Eropa saat winter (akhir November – akhir Desember 2017) dimana harga tiket pasti melambung. Saat itu saya dapet tiket PP ke Amsterdam 10 jutaan. Tahun 2022 ini saya apes karena meski musim semi, demand for traveling ke Eropa lagi tinggi banget setelah 2 tahun orang-orang kagak ada yang traveling ke Eropa karena pandemi. Saya dapet tiket Emirates Jakarta Paris PP 11 jutaan. Jadi, perhatikan situasinya juga ya gaes.

Selain itu, kamu bisa pertimbangkan untuk naik maskapai budget untuk traveling ke Eropa seperti Scoot yang punya rute Singapura-Athena. Saya pernah dapet tiket Scoot untuk rute ini 5 jutaan. Tapi menurut saya jangan naik budget airlines untuk long-haul flight karena gak nyaman banget duduk selama 15 jam. Kursinya tegak dan jarak antar bangku pun sempit. Jauh sih kenyamanannya dibanding naik Qatar Airways atau Emirates. Harga tiketnya pun belum termasuk meals, jadi kalau mau makan kita mesti beli add ons. Saya pernah melakoninya tahun 2018 karena waktu itu trip ke Balkan dimulai dari Athena, Yunani lalu lanjut jalan darat demi ke lokasi syuting Game of Thrones di Dubrovnik, Kroasia. However, kalau hemat uang is your priority, kamu bisa consider cara yang ini.

2. Find The Best Route

hemat uang, traveling ke Eropa

The Best Route yang saya maksud diatas adalah rute yang paling sering dikunjungi orang selama traveling ke Eropa, misalnya Paris, Amsterdam, Zurich, Frankfurt, London, dan Milan. Jadi sebaiknya kamu cari tiketnya dari Jakarta ke salah satu kota di atas. Setelah nyampe sana, baru deh lanjut jalan darat naik kereta atau bus ke kota-kota lainnya. Kalau kamu punya banyak waktu, cobain otak-atik rutenya juga dengan titik keberangkatan bukan dari Jakarta tapi dari Kuala Lumpur atau Singapura. Biasanya di zaman pre-pandemi, tiket pesawat dari KL lumayan lebih rendah dibandingkan dari Jakarta ke Eropa.

3. Cari Penginapan Affordable

hemat uang, traveling ke Eropa

Trik hemat uang lainnya saat traveling ke Eropa adalah dengan cari penginapan yang affordable. Zaman saya suka solo travel, saya biasanya stayed di hostel karena ya liburan sendirian, dengan stay di hostel saya bisa ketemu traveler lainnya dan ikutan berbagai tur yang diadain pihak hostel. Platform yang saya pakai biasanya hostelworld dan booking.com. Kadang-kadang saya juga pakai AirBnb kalau traveling berdua. Kelebihannya AirBnb selain affordable, kamarnya privat tapi biaya hampir mirip dengan hostel karena dibagi 2 orang.

Kamu juga bisa consider makai Couchsurfing, yaitu app untuk connect dengan locals di kota yang kamu tuju di Eropa dimana kamu bisa requesting untuk stay with them for free. Couchsurfing is great for a solo traveler. Kamu bisa stay di rumah/ apartemen mereka, jalin pertemanan, belajar budaya masing-masing, dan pastinya hang out bareng. Khusus untuk cewek-cewek, pastikan hostnya punya review yang beneran bagus, terbukti review asli, dan terbukti aman karena ada aja host Couchsurfing cowok yang nakal yang bisa aja melakukan sexual harassement dengan dalih memberikan tumpangan ke traveler cewek. Kalau saya dulu biasanya mastiin dapet kamar sendiri, atau kalau di couch biasanya saya pilih host yang cewek atau family, dan so far sih aman. Oya, saya juga selalu friends dengan para host ini dulu di Facebook/ Instagram. Kalau nemu yang aneh-aneh entah karena akunnya yang fake, atau ada message yang mencurigakan, langsung saya canceled. Kalau sekarang sih saya udah gak pakai Couchsurfing lagi ya secara udah gak pernah solo traveling ke Eropa lagi dan pengaruh umur juga wkwk maunya yang nyaman di hotel. Btw, kalau kamu mau nyari host di Couchsurfing, jangan lupa untuk bayar membership fee-nya dulu at least untuk 1 bulan senilai 45.000 Rupiah, karena Couchsurfing sekarang udah gak free lagi..

3. Apply Visa Sendiri

Dengan apply visa sendiri kamu bisa hemat uang budget traveling ke Eropa sampai 1 juta Rupiah karena biasanya kalau pakai agent untuk apply visa kita mesti bayar fee agennya juga kan. Memang akan makan waktu dan energi banyak untuk nyiapin dokumen yang disyaratkan tapi kamu juga dapet knowledge dan pengalaman apply visa sendiri. Saya pernah sih pakai agen buat apply visa Eropa 2x pas baru pertama dan kedua kalinya traveling ke Eropa, tapi setelah itu saya apply visa Schengen sendiri, begitu juga saat apply visa Amerika.

4. Travel Insurance

hemat uang, traveling ke Eropa
Photo by Kindel Media on Pexels.com

Traveling ke Eropa wajib punya travel insurance. Selain karena jadi syarat untuk apply visa Schengen, punya travel insurance juga menjamin kesehatan dan keselamatan kita selama di negeri nun jauh sana. So, mau jadi syarat atau gak, sebaiknya kamu selalu beli travel insurance. Saya selalu pakai SafetyWing selama traveling ke Eropa karena banyak banget benefitnya. SafetyWing mengcover Covid-19, jadi saya tenang tuh kalau sewaktu-waktu saya kena Covid pas lagi di Eropa udah ada asuransi yang mengcover. Travel insurance yang mengcover Covid juga jadi salah satu syarat buat apply visa Schengen, jadi emang udah bener saya milih SafetyWing. Hal lain yang bikin saya suka travel insurance ini karena cara belinya mudah dan cepat. Cukup pilih Insurance for nomads lalu bayar pakai CC di websitenya SafetyWing, 10 menit kemudian asuransinya udah masuk ke e-mail. Saya bayar $42 atau Rp.623.620,- untuk travel insurance selama 28 hari. Kamu juga bisa customize jumlah hari traveling kamu di websitenya, jadi emang convenient banget. Selain itu bagi kamu yang traveling bareng keluarga, 2 anak dibawah 10 tahun otomatis tercover, jadi gak perlu beli travel insurance khusus buat mereka.

5. Hemat Uang Makan

hemat uang, traveling ke Eropa

Ada banyak cara untuk menghemat uang/ budget makan selama traveling ke Eropa. Ada yang bawa rice cooker dan beras plus lauk kering buat dimasak selama di Eropa. Atau beli indomie di Asian market/ supermarket Asia kemudian dimasak di hostel/ apartemen. Hal yang pernah saya lakuin biasanya di saat lagi pengen hemat uang, saya pilih ke supermarket lokal buat beli pasta dan sausnya lalu masak deh. Pasta di Eropa murah banget, cuma 1-2 Euro sebungkus, dan setelah dimasak pun jadi banyak banget porsinya. Atau kalau pengen banget dengan nasi, saya suka beli beras dan telur lalu digoreng deh. Cuma, karena seringnya malas masak, saya biasanya akalin dengan beli roti di bakery karena roti di Eropa kan ngenyangin banget. Kalau udah kangen banget makan masakan Asia, baru biasanya saya mau spend more money buat makan di restoran. FYI saat di Paris, untuk sekali makan di restoran Indonesia atau Vietnam costnya mencapai 12-15 Euro per orang.

Selain itu ada juga pilihan makanan middle east macam kebab dan shawarma yang lumayan affordable, sekitar 5-7 Euro per porsi. Kamu bisa coba juga Greek food seperti gyros atau paket Chinese food yang terdiri dari nasi + 2 lauk mulai dari 6 Euro.

6. Pilih Bus Instead of Kereta

hemat uang, traveling ke Eropa
Photo by Ulises Peu00f1a on Pexels.com

Traveling ke Eropa emang enak banget karena bisa pindah-pindah negara dalam itungan beberapa jam aja, gak perlu naik pesawat kayak kalau dari Indonesia keluar negeri (secara negara kita kepulauan ya kan…)..Kalau mau hemat uang tapi tetep bisa visiting as many city/ countries as possible, kamu bisa pilih naik bus instead of kereta. Kereta memang lebih cepat dan nyaman, tapi biasanya harganya juga lebih mahal. Sementara itu bus lebih lambat dan ada possibility terjebak macet (seperti saat saya balik ke Paris dari Lille) cuma memang lebih hemat uang. Saya biasanya naik flix bus dan beli tiketnya di aplikasi flix bus karena disini ada lebih banyak jadwal dibanding kalau beli tiket flix bus di Omio. Omio saya pakai kalau mau comparing jadwal dan harga tiket bus, kereta, dan pesawat.

Khusus untuk kalian yang mau traveling ke Prancis, kalian bisa coba beli tiket kereta di aplikasi Ouigo, yaitu budget train di Prancis. Ouigo nih jadi semacam win-win solution kalau kita mau naik kereta yang cepet tapi lebih terjangkau. Jumlah keretanya memang lebih sedikit dibanding kalau beli tiket di aplikasi SNCF Connect tapi worth it banget buat hemat uang/ budget selama traveling ke Eropa. Berkat Ouigo juga, traveling ke Eropa bulan April-Mei lalu saya gak perlu sering-sering naik bus, tapi mostly naik train.

Bagaimana dengan pesawat? Hmm kalau saya sih akan naik pesawat kalau jarak negara Eropa yang dituju terlalu jauh, misalnya kemarin naik Easy Jet dan Ryan Air ke Lisbon dan Porto hanya karena kedua kota ini terlalu jauh dari Paris dan akan makan waktu hampir sehari kalau kesana naik bus.

7. Beli Daily Ticket

Kalau kamu akan sering pakai bus, metro dan train di dalam suatu kota, misalnya di Paris kamu akan mengunjungi banyak tempat dalam 1 hari dan perlu sering naik metro, maka beli daily ticket akan lumayan menghemat uang dan waktu. Saya beberapa kali beli tiket carnet yaitu 10 buah tiket metro karena sering banget naik metro selama jalan-jalan ke Paris. Dengan beli carnet yang harganya 16,9 Euro saya saving hampir 10% dibanding kalau beli tiket ketengan (1,90 Euro per tiket). Plus hemat waktu juga karena gak perlu beli tiket di mesin tiket setiap kali mau naik metro. Hal yang sama bisa kamu terapkan juga di kota-kota Eropa lainnya, tentunya dengan ngelihat dulu jenis tiket apa aja yang tersedia ya.

Sebaliknya, kalau kamu planning akan banyak jalan kaki ya gak perlu juga beli daily ticket atau tiket ketengan aja cukup. Hal ini saya lakukan di New York karena waktu itu saya udah beli tiket Hop on Hop off bus jadi gak perlu sering naik subway.

Well, I hope 7 tips diatas bisa membantu kamu yang sedang planning for traveling ke Eropa musim gugur atau dingin nanti. Kalau ada tips hemat uang lainnya yang juga useful buat travelers lain, please share it on the comment box below…

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. 1 Juta Rupiah Dapet Apa Di Dubai?
  3. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  4. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  5. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  6. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here

Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel : The Island Girl Adventures

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s