15 Hal Wajib Diketahui Sebelum Traveling ke Roma Italia

Roma ItRoma Italiaalia

Rome is my first love for European architecture and the first city in Italy I ever visited. Tahun ini saya kembali ke Roma Italia untuk merayakan tahun baru sekaligus liburan awal tahun. Kalau dulu solo travel, sekarang bareng keluarga kecil kita. Puas rasanya bisa ngunjungin destinasi top di Roma Italia lagi meski harus berdesak-desakan dan antre bersama turis lainnya. Yup, Roma Italia memang penuh oleh turis, secara ibukota Italia ini jadi kota yang paling banyak dikunjungi di Italia. Jumlah turis yang datang mencapai lebih dari 35 Juta orang setiap tahunnya! Dengan adanya one of the Seven Wonders of the Modern World, Colloseum, Vatikan, serta Trevi Fountain, gak heran sih kalau wisatawan pada berbondong-bondong ke Roma Italia. Tapi kalau tripnya gak di-planning dengan cermat, yang ada kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam buat antre ke berbagai tempat wisata dan menghabiskan lebih banyak budget di Roma Italia! I’ve put together 15 hal yang wajib diketahui sebelum traveling ke Roma Italia untuk ngebantu kamu planning your trip there..

  1. Alokasikan waktu minimal 4 hari di Roma Italia
Roma Italia

Ada begitu banyak attractions di Roma Italia yang tersebar di berbagai neighborhood/ area. Colloseum, Roman Forum dan Palatine Hill berada di Monti; Spanish Steps, Piazza Navona, Trevi Fountain dan Pantheon berada di Centro Storico (historic center); Trastevere merupakan pusatnya restoran dan hiburan, sedang Prati adalah areanya St. Peter’s Basilica dan Museum Vatikan. Untuk mengeksplor masing-masing tempat wisata kemungkinan besar kamu akan menghabiskan waktu berjam-jam, misalnya ke Basilika Santo Petrus Vatikan, Museum Vatikan, dan Colloseum karena tempatnya memang gede dan perlu antre panjang untuk masuk.

BACA JUGA: Jalan-Jalan ke Roma, Italia. The Most Romantic City in Europe

Roma Italia

Siapkan minimal 4 hari untuk mengeksplor destinasi-destinasi ikonik di Roma Italia. Kamu bisa gunain hari 1,2 dan 3 untuk visit masing-masing area, sedang hari ke-4 untuk slow down dan tasting specialty food di Trastevere. Dengan cara ini, trip kamu gak keburu-keburu dan kamu bisa benar-benar experience the best of Roma Italia.

2. Beli tiket online jauh-jauh hari

Roma Italia

Namanya juga kota yang paling banyak dikunjungi turis, hampir setiap tempat wisata utama di Roma Italia selalu penuh dengan antrean yang mengular panjang. Biar gak ngebuang waktu berjam-jam buat antre atau malah kehabisan tiket, sebaiknya kamu beli tiket online in advance, kalau perlu sebelum terbang dari Indonesia, terutama untuk masuk ke Museum Vatikan, Colloseum dan Galeri Borghese. Dengan beli tiket online duluan, seenggaknya kalau ngantre pun tidak sepanjang antrean tiket walk in.

Roma Italia

Tiket ke Museum Vatikan: 25 Euro (termasuk booking fee 5 Euro untuk skipping the line), included dengan Kapel Sistina.

Tiket ke Colloseum: 18 Euro untuk pass 24 Jam, termasuk Roman Forum dan Palatine Hill

Tiket ke Galeri Borghese: 18 Euro, wajib beli online karena jumlah pengunjung dibatasi 360 orang selama 2 jam.

Roma Italia

Sementara untuk masuk ke Basilika St Petrus Vatikan gratis, tapi tetep aja kamu perlu mengantre bersama ratusan orang lainnya. Sebaiknya kamu datang sebelum jam 9 pagi biar lebih singkat antrenya. Saya aja yang stay di Prati, which is only 5 minutes from St.Peter’s harus ikut antre panjang selama 40 menit di pagi hari. Kebayang dong gimana antreannya di siang hari?

3. Cek jadwal museum dan tempat wisata gratis untuk menghemat budget

Roma Italia

Ada cara jitu untuk menghemat budget selama jalan-jalan ke Roma Italia, yaitu dengan cek dulu kapan tempat-tempat wisata di Roma Italia digratiskan. Setiap hari Minggu pertama setiap bulannya Colloseum, Roman Forum, Palatine Hill, Castel Sant’Angelo, Galeri Borghese, dan banyak museum, situs arkeologi, taman, serta monumen yang dikelola negara gratis tiket masuknya! Tentunya karena gratis hampir bisa dipastikan suasananya crowded dan perlu antre panjang untuk masuk, but it worth the effort kan?! Khusus Galeri Borghese, meski tiket masuknya free, kamu tetap perlu booking di website dulu karena jumlah pengunjungnya dibatasi.

Roma Italia

Sementara itu, Museum Vatikan digratiskan pada hari Minggu terakhir setiap bulannya.

4. Catat kapan museum dan tempat wisata tutup

Roma Italia

Setiap museum dan tempat wisata di Roma Italia punya jadwal tutup yang berbeda-beda. Pastikan kamu cek dulu sebelum menyusun itinerary dan jalan kesana. Galeri Borghese, Castel Sant’Angelo, dan Palazzo Barberini tutup setiap hari Senin, sedang Museum Vatikan tutup setiap hari Minggu.

Roma Italia

Sementara itu, kebanyakan destinasi wisata lainnya di Roma Italia selalu buka dan penuh sesak, hampir setiap saat. Agar kamu gak perlu berdesak-desakan terutama di Trevi Fountain, Piazza Navona dan Spanish Steps sebaiknya kamu kesana pagi-pagi banget, sekitar jam 6-7 pagi. Diatas jam itu, crowdednya luar biasaaa to the point bakal susah jalan dengan kecepatan normal, apalagi selfie. Belum lagi ada resiko dicopet.

5. Cek area penginapan yang paling cocok

Roma Italia

Kalau kamu kepingin stay di pusat kota, dekat dengan destinasi wisata utama seperti Trevi Fountain dan Spanish Steps, dan bisa bolak-balik ke Via Condotti untuk luxury shopping session sebaiknya kamu stay di area Spagna. Ada banyak pilihan akomodasi di kawasan ini tapi downsidenya hotel disini lebih pricey dibanding area lainnya. Saya sempat tertarik untuk stay di Trastevere, sebuah kawasan yang terkenal dengan dining scene dan nightlife yang vibrant. Tapi setelah ngecek reviews, saya urungkan stay disini karena suasananya lumayan berisik saat malam hari, sementara kita butuh stay di tempat yang tenang.

Roma Italia

At the end, area yang kita pilih untuk stay selama 7 hari di Roma, Italia adalah Prati. Neighborhood yang berada di Utara Vatikan ini tenang dan santai, tidak begitu crowded, cocok untuk keluarga dengan anak kecil. Apartemen kami yang berada di Jalan Borgo Pio hanya berjarak 350 meter atau 5 menit jalan kaki ke St.Peter’s Basilica! Kurang strategis apa coba?!

It was nice staying di apartemen dengan 1-bedroom ini selama 7 hari. It was comfy and convenient karena di sepanjang Borgo Pio dan jalan di dekatnya dipenuhi dengan deretan restoran, minimarket, dan gelato store. Kalau mau shopping, tinggal jalan kaki 10 menit ke Via Cola di Rienzo, sebuah shopping street. Kita juga gak perlu bangun very early lalu naik transportasi umum untuk ke Vatikan, cukup jalan kaki 5 menit hehe.. Sedang kalau mau ke Centro Storico untuk ke Trevi Fountain dan lainnya, saya pilih jalan kaki selama 30 menit. Downsidesnya, karena apartemen di Roma Italia ini berada di bangunan tua, untuk menuju ke apartemen kita perlu ngegotong stroller lewat tangga, lanjut dengan naik lift yang seuprit, seukuran boks telepon umum zaman dulu lol.

6. Beli tiket bus sebelum naik, bukan di atas bus

Roma Italia

Beda dengan di negara Eropa lainnya, di Roma Italia kamu gak bisa beli tiket bus di dalam bus atau ke supir. Tiket bus bisa dibeli dulu di kios rokok dan koran di pinggir jalan, mesin tiket, atau convenience store yang ditandai dengan huruf T besar. Tarifnya 1,50 Euro sekali naik, yang mana sangat terjangkau dibanding di Paris atau Amsterdam, dan tarifnya gak naik lho sejak terakhir kali saya ke Roma tahun 2016.

Kalau kamu berencana akan menggunakan bus dan transportasi umum lainnya untuk keliling Roma Italia, kamu bisa consider untuk membeli tiket 24 jam (8,50 Euro), 48 jam (15 Euro), atau 72 jam (22 Euro). Tiketnya bisa dipakai naik berbagai transportasi umum (bus, metro, tram, dan kereta) sepuasnya.

7. Order kopi di bar instead of di meja

Roma Italia
Photo by Okan DEMu0130RCAN on Pexels.com

When in Rome, do as the Romans do”. Di negara asal cappuccino dan espresso ini, warlok Roma biasanya pesen espresso langsung di bar, bukan dari meja. Kopinya pun diminum sambil berdiri. Cobain deh praktekin The Romans way saat kamu lagi jalan-jalan ke Roma Italia, billnya bakalan lebih murah karena gak perlu bayar service charge.

Coffee etiquette di Roma Italia lainnya diantaranya: jangan pernah pesan cappuccino setelah jam 11 pagi! Hal ini karena bagi orang Italia, cappuccino hanya diminum saat sarapan. Kandungan susu yang tinggi dalam cappuccino dianggap dapat menghambat pencernaan setelah makan siang atau makan malam. Di siang hari kamu bisa minum caffe macchiato atau espresso yang dianggap membantu pencernaan.

8. Makan malam dimulai jam 8

Roma Italia

Sama dengan di Prancis, waktu makan malam di Italia starts late, mulai jam 8 malam. Mereke punya kultur aperitivo dulu sebelum dinner, yaitu minum-minum dan nyemil snacks bersama teman-teman atau kolega jam 7 sore, baru lanjut dinner jam 8-9 malam. Saat weekend, bukan hal aneh untuk memulai dinner jam 10 malam! Jangan kaget kalau kamu ke restoran di Roma Italia jam 6 atau 7 sore dan mendapati restoran masih sepi..

9. Skip makan di restoran Asia terus, wajib cobain makanan khas Roma

Roma Italia

Wajar banget kok kalau traveling ke negara Barat tapi kita pengennya makan makanan Indonesia atau at least Asian food. Gak jarang juga traveler Indonesia membawa bahan makanan dari Indonesia untuk dimasak saat traveling di Eropa. Saya termasuk yang doyan mampir ke resto Indonesia atau Asia demi memuaskan hasrat menyantap cita rasa Nusantara. Tapi khusus selama jalan-jalan ke Roma Italia awal tahun ini, keinginan itu direm dulu. Pasalnya, makanan Italia tuh kondang dengan kelezatannya dan cocok di lidah kebanyakan orang. Roma sendiri punya beberapa specialty food yang sayang banget kalau gak dicoba selama jalan-jalan kesini:

  • Carbonara: Pasta creamy yang terbuat dari telur, daging babi, pecorino romano dan lada hitam.
  • Cacio e Pepe: Pasta legendaris ala Roma yang dimasak dengan lada hitam dan keju pecorino romano.
  • Amatriciana: Pasta tomat dengan guanciale dan pecorino.
  • Suppli: Street food terkenal Roma, yaitu bola-bola nasi goreng dengan keju mozzarella di dalamnya.
  • Carciofi alla Giudia: Appetizer terkenal dari kawasan Jewish Ghetto-nya Roma, yaitu artichoke goreng renyah berwarna cokelat keemasan khas musim semi yang disajikan di banyak tempat makan di Via del Portico d’Ottavia.

Saya udah nyobain semua specialty foodnya Roma Italia, and I can tell you kalau semuanya worth to try. My favorite tetap carbonara, sedang cacio e pepe is not my taste. Kalau kamu punya waktu, wajib banget ke kawasan Jewish Ghetto khusus buat nyicip artichoke goreng atau carciofi alla giudia. Rasanya renyah banget dan bikin nagih! Restoran-restoran disini akan penuh saat lunch time jadi sebaiknya kamu sampai sana sebelum jam 12 siang ya..

10. Wajib pakai pakaian sopan di tempat ibadah

Roma Italia

Sama seperti di tempat ibadah lainnya, saat mengunjungi gereja dan katedral di Roma Italia kita wajib berpakaian sopan. Bagian bahu perempuan harus tertutup, sedang rok panjangnya mesti selutut atau di bawahnya. Untuk laki-laki perlu memakai short atau celana panjang yang menutupi lutut.

Roma Italia

Total ada lebih dari 900 gereja di Roma Italia yang banyak diantaranya menyimpan karya seni terindah di ibukota Italia ini, jadi whether kamu relijius atau tidak, apapun agama yang kamu yakini, beberapa gereja dan katedral di Roma worth to visit.

11. Antisipasi pencopet

Roma Italia

Kota-kota besar Eropa selalu rawan pencopet, termasuk Roma Italia. Tempat-tempat wisata, pusat perbelanjaan, bus dan metro yang crowded jadi pilihan para pencopet beraksi. Sasaran empuknya tentu saja para turis yang lengah, terlihat bingung, dan memakai pakaian mencolok. Biasanya saya selalu pilih outfit yang gak beda jauh dengan warlok, tidak memakai perhiasan berlebihan, pakai sling bag lalu taruh tasnya di depan, dan kalau lagi pakai coat masukkan sekalian tasnya di dalam coat agar terlindungi. Pastikan kamu selalu mengecek berulang kali apakah tas sudah ditutup rapat atau belum. Memang agak repot tapi yang penting aman kan. Jangan lupa untuk selalu memegang tali tas kamu biar gak bisa dijambret yah, guys.

12. Belajar beberapa frasa Bahasa Italia dulu

Roma Italia

Satu hal yang saya suka lakuin saat traveling adalah mencoba greetings dalam bahasa setempat. Gak cuma bikin pengalaman traveling jadi seru, tapi sedikit menggunakan sapaan dalam Bahasa Italia menunjukkan kalau kita respek budaya lokal dan mengikuti etiket sosial setempat. Misalnya saat masuk ke toko, biasanya customer akan menyapa owner toko Buongiorno (selamat pagi), atau Buona sera (selamat siang dan selamat sore). Saat meninggalkan toko, kamu bisa bilang arrivederci (selamat tinggal). Tambahkan juga grazie (terima kasih) setelah menerima barang atau setelah membayar di kasir.

13. Selalu pakai sepatu yang nyaman

Roma Italia

Roma termasuk kota yang sangat walkable. Pedestrian ada di hampir selalu ada, kebanyakan lebar dan rata jadi gampang ngedorong stroller kemana-mana. Saking walkablenya, saya dan keluarga kadang pilih jalan kaki aja kalau mau ke masing-masing attractions, gak perlu naik bus karena jalan kaki di Roma sangatlah nyaman. Karena udah pasti kamu akan banyak jalan kaki disini, pastikan untuk memakai sepatu yang nyaman dan ringan seperti sneakers ya. Beberapa bagian Roma Italia ber-cobblestones dan kadang perlu mendaki juga, lebih gampang kalau pakai sepatu yang nyaman.

14. Tak ada budaya tipping

Roma Italia

Italia tidak punya budaya tipping seperti di Amerika Serikat, tapi kalau kamu kasih tip, mereka akan sangat menghargainya. Tip yang diberikan sejumlah 5-10% dari total bill. FYI, sebenarnya bill yang kamu bayar ketika makan di sebuah restoran atau kafe di Italia sudah termasuk coperto atau cover charge. Ini adalah biaya semacam service charge saat staf resto menyiapkan meja dan membersihkannya sekaligus biaya bread basket (sekeranjang roti yang diberikan saat tamu duduk). Besarnya cover charge 1-3 Euro.

15. One day trip dari Roma

Roma Italia

Kalau kamu punya sisa waktu di Roma Italia, gak ada salahnya keluar kota Roma Italia sedikit ke tempat-tempat menarik di sekitarnya. Salah satunya ke Castel Gandolfo, sebuah kota kecil di region Lazio yang berjarak 25 km di Tenggara kota Roma. Kota yang berada di perbukitan Alban ini paling mudah dikenali karena Danau Albano yang picturesque dan Istana Paus tentunya. Bahkan kalau kamu jalan-jalan ke Castel Gandolfo dengan kereta api, kamu akan turun tepat di hadapan danau Albano yang viewnya kece banget dan memiliki vibe yang peaceful itu.

Roma Italia

Di kawasan ini, Castel Gandolfo lah kota yang paling sering dikunjungi turis, apalagi kalau bukan karena adanya Istana Paus. Istana Paus di kota ini menjadi Pope’s summer residence tapi juga dibuka untuk umum sebagai museum. Cerita lengkap seputar Castel Gandolfo yang memukau bisa kamu cek disini

Roma Italia

Meski udah 2x jalan-jalan ke Roma Italia, saya belum bosan ama kota ini. Terlalu banyak charmnya sih. Jadi kalau kamu pecinta seni, sejarah, arsitektur, juga foodie, Roma Italia gak boleh dilewatkan. Hope the tips above helps…

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  4. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  5. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here

Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures

Leave a comment