Review Terbang dengan Delta Airlines. Dari Milwaukee ke Washington DC

Pengalaman terbang dengan Delta Airlines
Sumber foto : google

Setelah berbulan-bulan ‘terjebak’ di Wisconsin state karena extreme winter, akhirnya bulan Maret ini saya bisa traveling lagi. Tujuannya ke Washington DC dan New York. Untuk menuju ke DC, saya mesti terbang ke DC dan setelah nyari tiket akhirnya milih pakai Delta Airlines. Jujur karena banyak berita negatif soal dunia penerbangan mulai dari pesawat jatuh dan pelayanan kasar dari maskapai ke penumpang, pertimbangan milih Delta karena maskapai ini reputable dan menurut orang-orang sini Delta lumayan bagus. Seperti apa pengalaman terbang dengan Delta Airlines ?.

Flight ke Washington DC dijadwalkan pada hari Minggu, 17 Maret 2018 dari Milwaukee. Sebenarnya saya bisa aja terbang dari bandara Appleton ke Washington DC. Tapi karena tiketnya jauh lebih mahal makanya pilih terbang dari Milwaukee. Milwaukee yang merupakan kota terbesar di Wisconsin state berjarak 1 jam 45 menit perjalanan dari Appleton. Jadi dari subuh saya dan mamanya Kyle udah otw ke General Mitchell International Airport di Milwaukee.

Tiket Delta Airlines yang saya beli harganya $144 atau Rp. 2.042.784,00 one way. Mayan juga yah buat terbang di dalam negeri ?. Kata orang-orang sih emang harga tiket di dalam AS lebih mahal daripada terbang ke luar AS, gak tahu juga kenapa.

Perjalanan ke Washington DC dibagi jadi 2. Pertama terbang dari Milwaukee ke Minneapolis, Minnesota. Transit selama 1,5 jam lalu lanjut terbang dari Minneapolis ke Washington DC. Flight pertama lancar (DELTA 1845), antrean penumpang pendek, dan pemeriksaan dari TSA pun singkat. Khusus soal pemeriksaan paspor dan visa saya agak kaget karena petugas cuma ngelihat halaman depan paspor doang yang berisi identitas diri. Sedangkan halaman yang berisi visa US gak dilihat sama sekali lho. Dia juga bahkan gak nyecan visa dan paspor saya. Hmm apa selalu begini ya kalau terbang di dalam AS?. Kesannya gak ketat dan ribet sama sekali.

Sebelum boarding, tiba-tiba ada pengumuman dari petugas Delta yang menginfokan kalau jumlah bagasi yang check in cuma sedikit, jadi mereka perlu lebih banyak tas dan koper lagi. Delta mempersilakan penumpang untuk check their bags for free.. Wah lumayan nih pikir saya, gak perlu geret koper di bandara Minneapolis dan naikin koper ke kabin. Karena koper akan diterbangkan langsung ke destinasi akhir, Washington DC, jadi saya tinggal ambil di DC. Gak tahunya ini adalah awal dari bencana (akan saya bahas di akhir artikel).

Pengalaman terbang dengan Delta Airlines awalnya menyenangkan. Sebenarnya nyaman, mirip dengan Garuda Indonesia. Ada inflight entertainmentnya, seatnya gak sempit, dikasih snack dan minuman juga meski terbangnya gak lama, cuma 1 jam 20 menit. Minumannya cuma kopi sih, tapi dari starbuck. Saat saya minta teh, pramugaranya bilang mereka cuma punya kopi. Ya udah lah ya.. eh beberapa saat kemudian masnya balik lagi trus ngasih teh. Wah baik dan attentive sekali sama passengers 🙂

Pengalaman terbang dengan Delta Airlines
Sumber foto : google

Flight kedua adalah dari Minneapolis ke Washington DC yang memakan waktu sekitar 3,5 jam-an (termasuk perbedaan waktu 1 jam, Washington DC lebih cepat 1 jam dari Wisconsin dan Minnesota). Dalam flight DELTA 3820 kali ini pesawatnya lebih kecil, masing-masing row cuma ada 2 seat. Flightnya lancar meski sempat turbulence beberapa kali dan dikasih snack lagi.

Akhirnya jam 12.35 mendaratlah pesawat di Dulles Airport Washington DC. Dari pesawat saya langsung menuju ke area baggage claim untuk ambil koper saya. Lama nunggu sekitar 20 menit kok belum muncul juga, padahal koper dan tas penumpang lain udah diambil dan belt-nya makin sepi. Isenglah saya mau nanya ke kantor Delta Airlines Customer Service. Ternyata disana udah penuh dengan antrean penumpang yang komplain karena koper mereka belum nyampai juga ! OMG…

Begitu saya cek di app Delta, disitu kelihatan kalau koper saya masih ada di Wisconsin, jam 1 siang waktu itu, padahal orangnya udah sampai di DC. Setelah nunggu giliran komplain selama 20 menit, CS nya menjelaskan kalau koper saya dan beberapa koper lain ketinggalan di Wisconsin. Aneh banget masak koper bisa ketinggalan pesawat. Saya sih sempet curiga mereka sengaja ninggalin beberapa koper karena beban pesawat udah mencapai angka maksimal. Makanya ditawarin checked baggage for free. Tapi gak tahu juga bener apa gak.

Kesel karena mesti ke hotel tanpa koper dan merasa was-was karena seluruh pakaian ada di dalam koper, terpaksalah saya pergi dari kantor CS Delta menuju halte bus yang akan membawa saya ke downtown DC. Pihak Delta berjanji akan mengirim koper saya ke hotel sebelum jam 6 sore. Dan ternyata mereka kali ini nepatin janjinya. Koper saya diantar langsung ke hotel dan kurirnya pun aktif sms saya dan ngirim foto koper yang udah sampai di hotel.

Jadi, overall saya kasih nilai 7,5 buat Delta Airlines. Sebenarnya akan jadi 8,5 kalau aja gak ada insiden koper ketinggalan kayak begini. Lumayan bikin dongkol dan buang-buang waktu 1 jam-an di bandara. Padahal kan bisa dipakai buat jalan-jalan di DC. Tapi salut juga sih dengan cara Delta Airlines Customer Service menghandle masalah. CSnya Delta ini ibu-ibu Asia yang terlihat udah berpengalaman nanganin penumpang komplain. Doi sukses loh nenangin ibu-ibu bule di depan saya yang udah ngomel dan hampir ngamuk gara-gara laptop anaknya ada di dalam koper yang ketinggalan itu. Si ibu bule pun stop marah dan bisa senyum berkat ibu CS.

Sekilas tentang terbang di Amerika :

  • Maskapai AS tidak menyediakan bagasi secara free untuk penumpang. Penumpang bisa bawa personal item (semacam tas tangan atau ransel) dan hand carry (koper kecil) for free. Ukuran hand carry tidak ditentukan berat maksimalnya berapa yang penting bisa masuk kabin. Gak seperti di Indonesia yang ada aturan berat maksimal 7 kg/ orang. Tapi checked baggage mesti bayar $30 untuk tas/koper pertama dan $40 untuk yang kedua. Hal ini berlaku untuk Delta Airlines. Sedangkan kalau naik United Airlines aturannya lebih sadis lagi. Penumpang cuma berhak bawa personal item, hand carry boleh bawa juga sih tapi gak dapet ruangan di kabin. Jadi mesti ditaruh di bawah kursi tuh. Makanya saya gak mau naik United Airlines. Ngebaca aturannya aja udah males.
  • Jangan lupa join Delta Skymiles yang mana poinnya bisa ditukarkan untuk bermacam benefit.

  • Saya beli tiket pesawat pakai Google flight. Cuma sayangnya Southwest airlines gak terdeteksi di google flight. Sementara itu budget airlines lainnya masuk di google flight seperti Spirit.

Jadi itulah pengalaman saya terbang dengan Delta Airlines. Kalian ada pengalaman serupa ? Share di bawah ya.

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following link to see my traveling video that has been aired in Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  4. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  5. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Watch & subscribe my daily vlog in America at my youtube channel : Dada Kimura

2 thoughts on “Review Terbang dengan Delta Airlines. Dari Milwaukee ke Washington DC

  1. Pingback: Pengalaman Naik Kereta Api di Amerika dengan Amtrak – The Island Girl Adventures

  2. Pingback: Liburan ke Washington DC. Things to See and Do in the US Capital in 3 Days – The Island Girl Adventures

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s