How to manage your budget during long term travel

How to manage your budget during long term travel
Park Guell, Barcelona

I received a lot of questions about this, budget.  Berapa budget kamu untuk traveling di Eropa selama itu ?. Sebenarnya perihal budget itu perkara yang terlalu private dan confidential, and I dont feel comfortable sharing with people. Budget kita sih sebenarnya cukup untuk traveling nyaman kalau liburannya cuma 2 minggu, seperti yang banyak dilakukan orang-orang kalau liburan ke Eropa. But since I was greedy and want to see more places in Europe, makanya budget kita strecth sampai 36 hari yang menjadikan kita termasuk budget traveler. Considering you guys seem interested to visit Europe just like we just did, I am going to try to help you making budget plan and manage it.

How to manage your budget during long term travel
Antibes, the peaceful seaside town near to Nice, France

Karena trip kali ini saya gak langsung balik ke Indonesia setelah selesai Europe trip, melainkan lanjut ke Amerika, maka saya gak beli tiket PP. Rinciannya adalah sebagai berikut :

Tiket pesawat Jakarta – Athens : Rp.4.717.000,00 (Scoot)

Tiket pesawat Madrid – Chicago : Rp. 3.891.500,00 (Norwegian Air)

Sementara itu, budget diluar pesawat dibagi dalam 4 kategori utama :

  1. Biaya penginapan
  2. Biaya makan per hari
  3. Biaya transportasi antar kota dan negara
  4. Biaya atraksi, tur, dan transportasi dalam kota

Biaya penginapan. Budget kita per malam adalah sekitar 10 – 20 EU. Selama Europe trip, saya dan Kyle seringnya nginap di hostel dan AirBnB. Kapan ke hostel kapan pakai AirBnb sih tergantung cocok sama hostel dan AirBnB yang ada di kota yang kita datengin, plus cocok sama harganya juga. Untuk nyari hostel, biasanya saya pakai app hostelworld. So far sih pengalaman nginep di hostel selama trip ini selalu positif. Hostel terfavorit saya selama trip ini adalah di Barcelona, Sant Jordi Sagrada Familia yang kamarnya bersih banget, common roomnya rame dan nyaman, ada breakfast, plus ngadain beberapa acara seru macam Halloween party yang bikin kita gak bete seharian di dalam hostel karena hujan mulu selama kita di Barcelona akhir Oktober lalu. Sementara itu, AirBnb cocok dijadiin pilihan kalau mau istirahat di kamar yang lebih private tapi dengan harga terjangkau (karena harganya per kamar, bukan per orang). So far, experience saya pakai AirBnb 90% positif. Di Athena, kamar yang kita sewa nyaman banget dan lokasinya di tengah kota. Di Salzburg, Austria, rumah AirBnb nya berada di pedesaan Austria yang alamnya keren abis. Jadi kalau buka jendela langsung menghadap pegunungan dan padang rumput Austria lengkap ama sapi-sapinya. Di Dubrovnik, kamar AirBnb kita menghadap langsung ke laut dan ada pantai kecil di bawah rumah. Sayangnya, kesempurnaan AirBnb saat Europe trip kali ini mesti ternodai saat kita ke Madrid, Spanyol. Kamar yang kita sewa memang berada di pusat kota, tapi kondisinya lumayan memprihatinkan. Mulai dari heater yang gak berfungsi (akhirnya pakai portable heater), pintunya berlubang (yang akhirnya ditutup pakai topeng star wars dong), belum lagi kalau mau mandi mesti nunggu 10 menit sampai airnya cukup panas. Meski hostnya ramah, kalau kualitas tempat yang kita sewa gak sesuai deskripsi di profil, tetep aja berasa gak worth it dengan uang yang kita bayarkan. So, kalau mau book di AirBnb pastikan hostnya udah punya banyak review dan most of its review should be positive. Host di Madrid ini memang belum ada reviewnya. Maksud hati mau bantuin biar dia punya review pertama eh malah jadi dapet experience gak enak hahaha.

Biaya makan per hari. Awalnya ngebudgetin 10 EU tapi ternyata selalu abis 15-20 EU per hari hahaha. Karena saya dan Kyle mampir juga ke tempat-tempat yang gak murah macam Como dan Dubrovnik, kadang kita groceries shopping ke supermarket setempat macam Carrefour trus masak di hostel atau rumah AirBnb. Enaknya travel ke kawasan Balkan biaya makan disini tergolong murah banget. Mulai dari Yunani, Macedonia, Montenegro, Bosnia sampai Slovenia harganya terjangkau (1-5 EU kalau gak salah per meal), kecuali di kota Dubrovnik (Kroasia) yang karena sangat touristy harganya udah mirip di Eropa Barat. Begitu kita pindah ke Eropa Tengah (Austria & Jerman) trus ke selatan dan barat ( Italia, Prancis, Spanyol, Monako) biasanya kita abis 15-20 EU per hari.

Biaya transportasi antar kota dan negara. Karena jumlah kota dan negara yang dikunjungi banyak, biasanya saya milih pakai Flix bus untuk pindah-pindah kota dan negara. Alasannya karena bus di Eropa itu nyaman (jauh kualitasnya ama di Indo) dan harganya lebih terjangkau dibanding pakai kereta. Kalau lagi pengen bepergian dengan lebih nyaman kadang saya juga pakai kereta, misalnya dari Athena ke Thessaloniki, Ljubljana ke Salzburg, Milan ke Como dan sebaliknya, serta dari Turin ke Nice. Diatur aja kapan mau pakai bus kapan pakai kereta, sesuaikan dengan budget transportasi yang udah ditetapkan untuk traveling kali ini. Pilihan lainnya adalah dengan naik maskapai penerbangan lokal macam Ryan Air dan EasyJet. 2 tahun lalu saya pakai Ryan Air dan Easy Jet dari Paris – Roma dan Roma – Brussels. Tapi tahun ini kita pilih jalan darat aja, gak ada terbang sama sekali selain dari Jakarta dan saat mau ke Amerika. Intinya sih kalau mau pakai budget airlines kayak gini mesti beli tiket jauh-jauh hari saat harganya masih rendah. Beda sama tiket flix bus dan kereta api yang berdasarkan pengalaman saya sendiri, mau beli dari jauh-jauh hari atau mepet harganya hampir selalu sama.

Biaya atraksi dan lain-lain. Biaya keempat ini termasuk tiket masuk atraksi yang kita kunjungi. Misalnya Wall of Dubrovnik, Parthenon, Museum Akropolis, ikutan walking tur di Ljubljana, Dubrovnik, ikutan tur Game of Thrones di Dubrovnik, dan tiket masuk lainnya. Saya biasanya selalu riset ada atraksi apa aja yang bisa dikunjungi dan yang harus dikunjungi. Tapi keputusan mau masuk or gak biasanya pas udah sampai di kotanya, jadi jarang beli tiket jauh-jauh hari. Kecuali kalau tiketnya terbatas atau selalu ngantre lama macam Park Guell di Barcelona baru saya akan beli lewat online sebelumnya. Intinya sih rajin baca dan cari info sedalam-dalamnya di internet biar tahu mana atraksi yang pelu beli tiket jauh-jauh hari dan mana yang bisa beli di tempat. Selain biaya atraksi, budget kategori keempat ini juga mencakup tiket harian (day pass) di beberapa kota dan biaya bus kota (kalau gak beli day pass). Anggarkan 100-200 EU untuk beli tiket masuk atraksi yang mau kamu kunjungin. Kalau day pass biasanya terjangkau. Di Milan 5 EU/ hari, Vienna 7EU/hari, sementara di Zurich 12 CF/ hari.

Soal internet gimana? Apa sewa wifi dari Jakarta ?. Nope. Karena saya perginya lama, 36 hari di Eropa dan 3 bulan di Amrik (but most likely will be staying here for 6 months) saya gak niat sewa wifi. I admit that I had never been used any local simcard in Europe or USA. Yup, jadi emang rely banget ke wifi. Tapi emang lebih enak gini, jadi bisa fokus jalan-jalan, gak keseringan main hape.

Selain keempat kategori diatas sebenarnya ada kategori kelima, yaitu buat shopping. Sayang banget kan udah jauh-jauh ke Eropa tapi gak beli European branded stuff. Nah besaran budget shopping ini terserah sih mau berapa, sesuai besarnya hasrat shopping masing-masing aja, or sesuai kebutuhan, karena gak tiap orang suka shopping kan. Untuk saya sendiri saya budgetin lumayan sih, karena shopping saat traveling itu saya anggap sebagai bentuk rewards ke diri sendiri setelah kerja keras dan kerja capek sebelumnya.

Note : Tambahan informasi yang mungkin berguna bagi kamu yang akan ke Eropa dalam waktu dekat.

1.Total budget saya untuk trip kali ini saya bawa dalam bentuk uang cash Euro, USD, dan dana di kartu debit dan kartu kredit. Tuker dulu Rupiah ke Euro di money changer di Jakarta (Ambassador Mall & Pacific Place) untuk biaya sehari-hari di Eropa yang sebaiknya dibayar pakai cash seperti makan, ke kafe, ke supermarket, dll. USD untuk biaya hidup di Amrik, sedang dana di tabungan dan CC seringnya kepakai untuk beli tiket or dana cadangan.

2. Saya bawa CC BCA, kartu debit BCA dan BRI. di Jerman dan Italia kedua kartu debit gak bisa dipakai untuk tarik tunai di ATM manapun. Menurut kedua bank ini di Jerman dan Italia lagi marak penipuan makanya bank-bank ini memblokir kartunya supanya gak bisa dipakai di Jerman dan Italia (entah bener or gak). Yang jelas, saya baru bisa tarik tunai di Prancis.

Jadi, gak susah kan ngatur budget traveling ?

BACA JUGA : 5 Kuliner Yunani Wajib Coba

This article has been published at https://travel.kompas.com on March 16, 2019. https://travel.kompas.com/read/2019/03/16/121800527/berapa-budget-liburan-ke-eropa-

If you curious and want to see our adventures in Europe this year, you can click the following link to see my traveling video that has been aired in Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina

Also, watch my video on Narasi TV :  

2 thoughts on “How to manage your budget during long term travel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s