Wisata Kelamnya Holocaust di Museum Anne Frank, Amsterdam

Museum Anne Frank Amsterdam

BELANDA merupakan destinasi wisata yang menarik karena kota – kotanya yang modern, sangat bersih serta memiliki ikatan emosional dengan orang Indonesia. Di antara banyak destinasi wisata yang cantik di Belanda, ada satu yang menyajikan kelamnya kehidupan para korban perang dunia kedua. Meski bernuansa kelam dan sedih, rumah bersejarah Anne Frank yang berada di Amsterdam termasuk destinasi wajib kunjung bagi anda yang tertarik berlibur ke Belanda.

Rumah Anne Frank berada di kawasan Prinsengracth ,yang berarti kanal pangeran, yang termasuk UNESCO World Heritage List di Amsterdam. Rumah ini berbentuk gedung tinggi sempit yang mana umum disebut sebagai rumah kanal. Barisan panjang turis yang mengantri selalu terlihat di depan rumah yang kini dijadikan museum biografi itu. Mereka semua ingin masuk dan menyaksikan rumah yang menyembunyikan Anne Frank dan keluarganya dari kekejaman nazi pada perang dunia kedua. Rumah Anne Frank kini dijadikan museum sejak tahun 1960 berkat kepopuleran diary Anne Frank yang ditemukan di rumah ini.

Museum Anne Frank Amsterdam

Di rumah bersejarah ini Anne Frank dan keluarganya tinggal. Ayahnya, Otto Frank, bekerja di perusahaan rempah – rempah Opekta and Pectacon. Ia  menggunakan rumahnya sebagai gudang dan kantor sekaligus tempat tinggal keluarganya. Saat tentara Nazi memburu keturunan Yahudi di Eropa, Anne Frank bersama ayah, ibu dan kakaknya beserta 4 orang lainnya bersembunyi di kamar rahasia yang berada di bagian belakang rumah di lantai dasar. Ruang rahasia ini disebut sebagai Secret Annex atau Achterhuis dalam bahasa Belanda.

BACA JUGA : Jelajah Bangunan Kuno Abad ke-15 yang Cantik di Hoi An

Selama 2 tahun 1 bulan mereka semua tinggal di kamar sempit berukuran 46 meter persegi. Selama bersembunyi Anne Frank menulis kisah persembunyiannya dari Nazi ke dalam sebuah diary. Pada akhirnya Nazi mengetahui keberadaan mereka dan mengirim Anne Frank bersama keluarganya ke kamp pembantaian Auswitz di Polandia. Anne Frank dan keluarganya, kecuali ayahnya yang tewas di kamp.

Saat Anne Frank ditahan di kamp, beberapa orang Belanda yang dulu bekerja untuk ayahnya menyelamatkan beberapa barang milik keluarga ini. Salah satunya adalah diary milik Anne. Diary kemudian dikembalikan ke ayah Anne setelah perang dunia kedua usai. Otto Frank kemudian menertbitkan buku berdasar diary Anne Frank. Ia juga mendirikan Anne Frank Foundation untuk mengumpulkan uang demi membeli kembali rumah keluarganya.

Museum Anne Frank Amsterdam

Di museum yang dibuka pada 3 Mei 1960 ini para pengunjung bisa melihat kamar rahasia yang dulu digunakan Anne Frank dan keluarganya bersembunyi dari Nazi. Kamar ini tersembunyi di balik rak buku. diary Anne Frank juga dipajang di rumah. Selain itu turis juga bisa melihat 2 buku karangan Anne Frank lainnya yang berjudul ‘Favourite Quote Notebook’ dan ‘Tales Book ‘.

BACA JUGA : How My Life is Going as Digital Nomad

Rumah Anne Frank dibiarkan dalam kondisi asli seperti sebelum perang dunia kedua. Lantai dasar digunakan sebagai gudang sementara lantai 1 untuk kantor ayahnya dan para pegawai. Para pengunjung juga bisa melihat kamar Anne Frank, kamar ayah ibunya, ruang makan, dapur dan ruang keluarga.

Museum Anne Frank Amsterdam

Di bangunan di sebelah rumah Anne Frank terdapat kafe dan toko buku yang bisa dikunjungi di akhir tur. Para turis juga bisa melihat pameran Anne Frank di gedung ini.   Museum Anne Frank buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga 10 malam (April – Oktober) dan 9 pagi hingga 7 malam (November – March). Tiket masuk bisa dibeli secara online maupun di tempat. Tiket dijual dengan harga 9 euro atau sekitar 142.000 rupiah per orang. Bila anda hendak mengunjungi rumah Anne Frank sebaiknya membeli tiket secara online karena dari pagi hingga jam 3.30 siang hanya pengunjung dengan tiket online saja yang bisa masuk. pengunjung yang membeli tiket di loket bisa masuk dari jam 3.30 hingga jam tutup.

BACA JUGA : Serunya Menjelajahi Amsterdam dengan Bersepeda (Part 2)

This article has been published at http://www.okezone.com/travel on Monday, September 18, 2017.

One thought on “Wisata Kelamnya Holocaust di Museum Anne Frank, Amsterdam

  1. Pingback: Serunya Temukan Surga saat Tersesat di Lai Chau Vietnam – The Island Girl Adventures

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s