Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Rotterdam City Hall

Belanda tak hanya Amsterdam. Salah satu kota yang banyak dikunjugi turis dan pendatang adalah Rotterdam. Berbeda dengan kota-kota lainnya yang terkesan kuno, Kota di Belanda bagian selatan ini memiliki banyak gedung pencakar langit serta arsitektur modern dan futuristik.

Alasan saya mengunjungi Rotterdam sebenarnya cukup simpel. Saya ingin belanja oleh – oleh untuk keluarga dan teman di hari – hari terakhir kunjungan di Belanda. Namun sayangnya pertokoan dan mall di Amsterdam tutup jam 6 sore. Menurut teman saya yang tinggal di Belanda, pertokoan di Rotterdam tutup jam 9 malam. Jadilah saya berangkat ke Rotterdam dengan kereta dari Brussels, Belgia. Perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam.

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik

BACA JUGA : Museum Anne Frank, Wisata Sejarah Kelamnya Peristiwa Holocaust di Belanda

Begitu keluar dari Rotterdam Centraal, benar saja saya disambut gedung – gedung tinggi dan modern yang jarang ditemukan di Belanda. Meski saya juga menemukan gedung kuno bergaya abad pertengahan seperti gedung City Hall Rotterdam. Dari sini saya berjalan ke Markthal, sebuah pasar modern tertutup yang juga menjadi ikon arsitektur unik Rotterdam. Seperti halnya Amsterdam, Rotterdam sangat nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki.

MARKTHAL

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Markthal

Markthal atau pasar aula merupakan pasar di dalam ruang terbesar di Belanda. Di dalam gedung berwarna abu – abu ini terdapat 100 penjual bahan – bahan segar seperti sayuran organik, daging, keju dan susu, 15 toko makanan termasuk bakery dan 8 restoran.

Selain itu bisa ditemukan juga penjual bunga dan tanaman. Yang menarik dari Markthal adalah gaya arsitekturnya. Pasar yang sangat luas ini memiliki atap fresco berwarna – warni dengan motif bunga tulip.

Di lantai bawah Markthal terletak supermarket terkenal Albert Heijn. Segera saya menuju ke bawah untuk belanja cokelat dan stroopwafel. Markthaal buka dari jam 10 pagi hingga 8 malam.

CUBE HOUSE

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Cube House

Cube house atau rumah kubus atau dalam bahasa Belanda disebut Kubuswoningen merupakan landmark lainnya dari kota Rotterdam. Deretan rumah berbentuk kubus ini sangat unik sehingga selalu menarik perhatian siapa saja yang berkunjung ke Rotterdam. Rumah kubus berwarna kuning ini sebenarnya komplek perumahan yang dirancang oleh arsitek Belanda Piet Blom pada akhir tahun 1970-an. Keunikan dari rumah ini ada pada atapnya yang berbentuk segitiga dan dindingnya yang miring.

BACA JUGA : Mengunjungi Kincir Angin dan Pabrik Keju di Desa Tradisional Belanda Zaanse Schans

Cube House yang berada di area Oude Haven sengaja didesain dengan kemiringan lebih dari 45 derajat dengan tujuan memaksimalkan ruang yang tersedia.Yang menarik, deretan rumah kubus ini bahkan membentuk jembatan pejalan kaki di atas salah satu jalan tersibuk. Cube House juga merupakan bukti arsitektur di Rotterdam termasuk yang paling inovatif dan kreatif di Belanda. Turis yang ingin memiliki pengalaman unik tinggal di rumah kubus bisa juga bermalam di salah satu kubus yang difungsikan sebagai hostel. Atau bisa juga mengunjungi Museum Show Cube untuk melihat isi Cube House.

ERASMUSBURG

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Erasmusburg

Dari Cube House saya beranjak ke salah satu landmark Rotterdam lainnya yaitu Erasmusburg atau Erasmus bridge. Jembatan ini memisahkan bagian utara dan selatan kota. Suasana di pinggir sungai terasa santai saat sore ini dan lumayan dingin karena angin lumayan kencang. Jembatan Erasmus dinamakan berdasar Desiderius Erasmus, seorang tokoh renaissance asal Belanda. Namanya juga digunakan untuk nama universitas terkenal di Rotterdam, Erasmus university.

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Suasana di sekitar Erasmusburg

BERBELANJA DI ROTTERDAM

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Shopping di Rotterdam

Saat hari menjelang petang saya memutuskan jalan kaki menuju Binnenwegplein. Disini saya menemukan komplek pertokoan yang lumayan luas. Ada toko – toko dari bermacam merk internasional seperti Zara, Mango dan H&M serta merk lokal. Tak mau kehabisan waktu saya segera berbelanja karena area pertokoan ini akan tutup jam 9 malam. Selain disini di Rotterdam ada beberapa area pertokoan dan shopping mall seperti di Alexandrium shopping centre dan Koopgot. Tapi karena waktu yang terbatas saya tak sempat kesana.

BACA JUGA : Museum Sex Amsterdam 

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Leuhaven port

Di jalan pulang menuju stasiun saya sempat singgah sebentar di pelabuhan kecil Leuvehaven. Rotterdam dikenal sebagai pelabuhan terbesar di Eropa. Rasanya sayang kalau tak sempat melihat pelabuhan di kota ini. di area ini saya juga melihat masjid terbesar di Belanda, masjid Essalam.

TONTON JUGA : Di Hanoi Ada Kembaran Notre Dame Paris Lho !

TONTON JUGA : Al Noor, Satu-satunya Masjid di Vietnam Utara

Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik
Salah satu geung di Rotterdam

Meski kunjungan ke Rotterdam kali ini pendek, saya cukup puas, terutama karena bisa belanja tanpa diburu-buru. Kunjungan berikutnya saya ingin mencoba menginap di Cube House dan mengunjungi museum serta landmark Rotterdam lainnya.

This article has been published at http://www.okezone.com/travel on Friday, September 22, 2017.

One thought on “Berpetualang Seharian ke Rotterdam yang Futuristik

  1. Pingback: Serunya Perjalanan ke Perbatasan Vietnam – Tiongkok dengan Sleeper Bus – The Island Girl Adventures

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s