
Diluar dugaan, makanan khas Maroko cocok di lidah saya. Selama 10 hari traveling di Marrakesh saya pun gampang merasa puas & kenyang. Padahal saya tipe orang yang gak gampang nyobain makanan baru lho. Bisa jadi karena makanan khas Maroko agak mirip dengan makanan Indonesia, sama-sama menggunakan rempah-rempah. Kuliner Maroko merupakan perpaduan yang kaya dan aromatik dari pengaruh Arab, Berber, Andalusia (Spanyol), dan Prancis. Kalau traveling ke Maroko, nyobain makanan khas Maroko jadi hal yang gak boleh dilewatkan. Selain rasa gurih dan manis yang familiar di lidah orang Indonesia, makanan khas Maroko juga dijamin halal. Berikut 5 makanan Maroko yang perlu kamu cicip:
- Tajine

Makanan terpopuler Maroko, tajine, rasanya gak begitu jauh dari rendang dan semur ala Indonesia. Saya berkali-kali makan tajine, baik tajine ayam atau sapi yang dihidangkan bersama nasi. Rasanya lumayan enak dan mengenyangkan. Tajine adalah semur daging domba, ayam, sapi, atau sayuran yang dimasak perlahan dan disajikan di panci tanah liat berbentuk kerucut. Kamu bisa nemuin tajine dimana-mana termasuk di Medina.
BACA JUGA: Jalan-Jalan ke Kota Merah Marrakesh, Maroko. Pertama kalinya ke Afrika (Utara)!
Satu hal yang pasti kamu notice saat jalan-jalan ke Maroko, panci tanah liat wadah tajine gak cuma dipakai di restoran yang menyajikan tajine, tapi juga dijual sebagai suvenir di Medina (kota tua) Marrakesh. Ukuran, hiasan dan warnanya pun beragam. Cakep deh pokoknya. Karena kepincut dengan keindahannya, saya jadinya ngebungkus sebuah tajine kecil untuk dipajang di rumah.
2. Mint tea

Setelah sekian lama saya mendengar kepopuleran mint tea, akhirnya bisa nyicipin juga di Maroko. Mint tea adalah racikan teh hijau gunpowder khas Afrika Utara dengan daun spearmint dan gula. Tak cuma bagian dari budaya di Maroko, tapi mint tea juga dikonsumsi setiap hari di Aljazair, Tunisia, Libya, dan Mauritania. Hence disebut juga sebagai Maghrebi mint tea.
Mint tea punya posisi sentral dalam kehidupan sosial masyarakat Maghrebi (negara-negara di Afrika barat laut). Teh ini biasanya disiapkan oleh kepala keluarga untuk menjamu tamu, sebagai simbol keramahtamahan. Biasanya, paling tidak tiga gelas teh disajikan ke tamu. For me, penyajiannya yang menggunakan teko, gelas, nampan etnik khas Arab bikin sesi minum mint tea ini jadi spesial. Lagi-lagi karena kepincut teko, nampan, dan gelas tehnya, saya sukses ngeborong 1 set di Medina Marrakesh.
Diluar kepopuleran dan cultural significance dari mint tea, I am not a fan of it. Rasanya pahiiiit banget, dan ketika ditambahkan gula berbentuk kubus rasa tehnya jadi terlalu manis. I prefer Turkish tea deh.. But you should try it if you come to Morocco. It’s an authentic experience yang setiap traveler mesti coba di Maroko.
3. Couscous

Makanan Maroko yang satu ini sangat terkenal, bahkan populer di banyak negara. Couscous adalah makanan pokok Maroko yang terbuat dari butiran gandum yang dikukus. Biasanya disajikan dengan daging (seperti ayam, domba, atau sapi), sayuran, dan saus kaya rempah-rempah. Sama halnya dengan mint tea, couscous juga dikonsumsi sehari-hari di seluruh wilayah Maghrebi. Hidangan tradisional warisan suku asli Berber ini bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Makanya kalau kamu traveling ke Maroko, Tunisia, Aljazair, Libya, dan Mauritania kamu bakal nemuin couscous.
Sejak imigrasi besar-besaran dari Afrika Utara ke Prancis, couscous telah melekat kuat pada budaya kuliner Prancis dan menjadi salah satu makanan terpopuler di Prancis. Tak cuma karena faktor sejarah, couscous mudah diterima dan digemari masyarakat Barat karena kandungan gizinya yang tinggi protein serta lebih rendah kalori dibandingkan nasi.
4. Pastilla

Juga disebut bastilla, adalah hidangan pai daging berempah tradisional dengan cita rasa manis dan gurih, yang dibuat menggunakan lapisan adonan warka setipis kertas. Pastilla merupakan sajian istimewa yang menjadi primadona dalam kuliner Maroko, serta paling sering disajikan pada acara pernikahan, jamuan makan, dan perayaan khusus seperti Idul Fitri dan pernikahan.
Meski bentuknya seperti kue, pastilla termasuk makanan berat. Makanan khas maroko ini disantap bersama-sama dengan menggunakan tangan.
5. Harira

Harira adalah sup tradisional khas Afrika Utara yang mengenyangkan dan berbahan dasar tomat, dibuat dengan lentil, kacang arab, rempah-rempah aromatik, serta herba segar. Makanan khas Maroko yang sering dijadikan makanan berbuka puasa ini dibuat dari perpaduan tomat, lentil, kacang arab, bawang bombay, rempah daun seperti ketumbar dan peterseli, rempah-rempah hangat (jahe, kayu manis, kunyit, jintan), serta sering kali daging (domba atau sapi) ditambah mi atau nasi.
Namanya diambil dari kata harir yang berarti sutra dalam bahasa Arab, menggambarkan tekstur sup yang halus dan lembut seperti sutra.

Kira-kira itulah gaes, 5 makanan khas Maroko yang perlu kamu coba saat liburan ke Negeri Mahghribi ini. Karena nyobain makanan khas adalah salah satu cara paling mudah untuk benar-benar mengenal sebuah negara. Saat traveling, mencoba makanan khas bukan cuma soal mengisi perut, tapi juga bagian dari pengalaman budaya. Saya jalan-jalan ke Marrakesh cuma 10 hari, jadi gak sempat nyobain kuliner Maroko lainnya. But if you have time, kamu mesti cobain briwats, loubia, chebakia, maakouda, dan rfisa.
Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :
- Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
- Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
- Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
- Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
- The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood
Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here
Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures
