Pengalaman Terbang dengan Business Class Garuda Indonesia

Sejak tahun lalu, saya dan keluarga sering terbang dengan Garuda Indonesia. Karena penasaran gimana rasanya terbang dengan business class Garuda, jadilah kita coba beli tiket Garuda Indonesia Denpasar–Yogyakarta. Meski penerbangan ke Jogja terbilang singkat, pengalaman terbangnya lumayan lho. Pesawat Boeing 737-800 business class Garuda kursinya lega dan kita bisa spend time di Garuda Executive Lounge yang ada kids club-nya. Anak bisa bermain dengan aman sambil menunggu waktu boarding tiba.

Booking Garuda Indonesia

Seperti biasa, tiket Garuda dibeli langsung di website Garuda Indonesia. Tiket business class Garuda Indonesia rute Denpasar–Yogyakarta saya dapat seharga IDR 4.118.400,- ($228) per orang, termasuk untuk anak saya yang sudah membeli kursi sendiri karena umurnya sudah 2,5 tahun.

BACA JUGA: Pengalaman Naik Garuda Indonesia ke Melbourne, Australia

Pengalaman Naik Turkish Airlines ke Eropa & Afrika. Very Family-Friendly!

Check-in dan executive lounge

Setiap kali traveling, saya terbiasa tiba di bandara lebih awal, jadi gak mepet. Hal ini terbukti menguntungkan kita terutama kalau terbang dengan Garuda Indonesia Airways, karena somehow kita selalu gak bisa check-in online, harus check-in di bandara. Meski antrean business class Garuda tidak sepanjang kelas ekonomi, tentu lebih tenang kalau bisa check-in online, ya kan. Anyway, setelah check-in, kita langsung menuju ke Garuda Executive Lounge agar Aimee bisa main di playground-nya.

Playground di lounge emang gak gede-gede amat, tapi lumayan lah buat ngisi waktu selama nunggu boarding dengan bermain pretend play dan balok. Toddler jadi sibuk, gak lari ke sana ke sini, mama papa pun bisa duduk tenang sambil makan. Sebenarnya udah lama saya bertanya-tanya kenapa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang gede ini gak ada fasilitas playground-nya sama sekali. Banyak penumpang menunggu penerbangan bersama toddler, lho. Space-nya juga luas. Biaya membuat playground juga gak mahal-mahal amat. Jadi, kalau para penumpang merasa terbantu dengan adanya playground, kenapa gak dibuat ya? Bandara-bandara lain di Indonesia, even yang lebih kecil aja, ada playground-nya lho.

Penerbangan business class Garuda ke Yogyakarta

Pesawat Garuda Indonesia yang membawa saya sekeluarga dari Denpasar ke Yogyakarta berjenis Boeing 737-800. Layout seat-nya 2-2 jadinya salah satu dari kita mesti duduk terpisah di kursi belakang. Karena seat-nya lebih gede dibanding kelas ekonomi (ya iyalah..), jadi berasa lega aja. Gak terasa sesak saat anak minta duduk dipangku. Yup, meski kita udah beli kursi sendiri buat anak, Aimee seringnya milih duduk bersama Mama, ahaha…

Sementara itu, inflight entertainment di business class Garuda masih terlihat jadul, sama dengan saat di pesawat Garuda Indonesia internasional. Pilihan film dan series-nya juga gak terlalu up to date, but it’s okay lah untuk penerbangan singkat.

Penerbangan Denpasar–Yogyakarta dengan business class Garuda ditempuh dalam waktu 1 jam 40 menit. Karena termasuk penerbangan singkat, tidak ada full meal, melainkan snacks dan minuman. Sebenarnya ketika lagi nunggu di Garuda Executive Lounge, kita udah nyicip beberapa makanan karena di sini ada banyak pilihan masakan Indonesia dan Western, seperti bakso, soto, nasi ayam, Indomie, burger, dan beragam dessert.

Photo by Gustomy on Pexels.com

Tak lama kemudian, pesawat Garuda Indonesia mendarat mulus di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Flying in business class Garuda was pleasant. Welcome back to Jogja! We then spend a week exploring some interesting places in Jogja, Solo, and the surrounding area. This time we didn’t visit many of the mainstream places in both cities, but rather off-the-beaten-path route destinations worth visiting. You can read about my experience in Telaga Sarangan, Umbul Klaten, and Candi Cetho here.

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  4. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  5. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here

Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures

Leave a comment