8 Makanan Khas Italia yang Wajib Dicoba Saat ke Roma

makanan khas Italia

Makanan khas Italia telah lama mendunia berkat cita rasanya yang gurih alami, comforting, simpel, serta sehat. Saat jalan-jalan ke Italia, salah satu hal yang wajib dilakukan tentunya mencoba makanan khas Italia. Saya termasuk pasta lover, sedangkan suami demen banget sama pizza. Makanya, awal tahun ini kita memilih jalan-jalan ke Roma karena Roma terkenal dengan varian pasta ikoniknya, mulai dari carbonara, amatriciana dan cacio e pepe. Pizza yang renyah juga berasal dari Roma lho! Selama 7 hari, kami nyobain satu per satu makanan khas Italia di Roma, dari area Historic Center, Prati hingga Trastevere, kawasan yang populer sebagai pusat kuliner dan hiburan Roma.

Masakan Roma memiliki cita rasa yang kuat, sederhana, dan berakar kuat pada tradisi kelas pekerja ibu kota Italia ini. Makanan khasnya terdiri dari bermacam pasta, pizza, jajanan kaki lima, hidangan utama, dessert, dan makanan khas Yahudi Roma. Berikut makanan khas Italia yang udah kita cicipin langsung agar kamu bisa jadikan rekomendasi untuk next trip kamu ke Roma Italia:

  1. Amatriciana
makanan khas Italia

Berasal dari kota di puncak bukit Amatrice, sekitar 150 km timur laut Roma, amatriciana adalah saus pasta yang kaya rasa tomat. Visualnya terlihat berantakan, tetapi jelas paling mudah dibuat di rumah untuk santap bersama keluarga.

Pasta amatriciana tradisional hanya membutuhkan tiga bahan utama: guanciale (daging pipi babi yang diawetkan), tomat, dan keju pecorino romano, yang disatukan dengan sejumput garam, merica, dan kalau kamu suka pedas, bisa ditambahkan beberapa serpihan cabai. Rasanya sederhana, segar, dan khas Roma. Kamu bisa menghidangkan amatriciana dengan beberapa jenis pasta Italia seperti spaghetti, bucatini, atau rigatoni.

2. Cacio e pepe

makanan khas Italia

Makanan khas Italia selanjutnya yang wajib dicoba saat jalan-jalan ke Roma adalah cacio e pepe, hidangan pasta simpel yang terbuat dari spaghetti atau tonarelli dengan keju parut pecorino romano dan lada hitam.

Saya yang penasaran dengan pasta Italia cacio e pepe akhirnya kesampaian juga nyicip di sebuah restoran di Trastevere. But it turns out not to be to my taste, karena rasanya lumayan hambar. It’s still worth trying, though!

3. Carbonara

makanan khas Italia

My favorite pasta! Tentunya selama jalan-jalan ke Roma, Italia, saya selalu sempatin menyantap spaghetti carbonara, salah satunya demi ngerasain carbonara yang autentik. Biasanya carbonara di luar Italia dimasak menggunakan krim atau susu, sedangkan di Italia sendiri saus creamy-nya murni berasal dari emulsi kuning telur, keju pecorino romano, lemak daging (guanciale), dan air rebusan pasta. Krim, susu, atau mentega sama sekali tidak digunakan.

Rasanya sendiri gimana? Tetap creamy dan pastinya enaaak… perfect buat ngangetin perut saat musim dingin. Cobain deh pasta Roma carbonara dan makanan khas Italia lainnya di Mama Eat di Borgo Pio, Prati. Pasta di sini gak cuma lezat, tapi suasana restorannya juga homey, khas Italia.

4. Suppli

makanan khas Italia
Photo by Nano Erdozain on Pexels.com

Jajanan yang paling bikin saya penasaran karena banyak banget yang merekomendasikan untuk nyobain suppli saat liburan ke Roma. Ternyata memang gampang nemuin suppli di Roma karena seketerkenal itu. Supplì, makanan khas Italia yang bentuknya mirip kroket ini adalah snack berbentuk bola nasi goreng yang diisi keju mozzarella, daging sapi, dan ragu. Namanya yang unik ternyata diambil dari bahasa Prancis surprise (dibaca surpris) yang artinya kejutan. Hal ini karena para prajurit Prancis saat bertugas di Pegunungan Alpen pada masa pendudukan Napoleon di Italia merasa surpris saat mencicipi keju berserat di dalam snack ini. LOL

Meski snack, suppli lumayan ngenyangin lho. Kamu bisa menemukannya di kios pinggir jalan mulai dari Prati hingga Trastevere. Biasanya harganya 1-3 euro per buah.

5. Carciofi alla Giudia

makanan khas Italia

Makanan khas Italia lainnya yang wajib banget kamu coba adalah carciofi alla giudia, appetizer atau snack yang berasal dari komunitas Yahudi Roma. Karena penasaran banget, jadilah suatu pagi kita pergi ke kawasan Jewish Quarter, salah satu komunitas Yahudi tertua di dunia. Pada tahun 1555, Paus Paul IV membangun The Roman Ghetto sebagai kawasan tempat tinggal khusus umat Yahudi di Roma. Kini, Jewish Quarter dikenal sebagai pusatnya kuliner Yahudi Roma yang autentik.

Di restoran Nonna Betta inilah kita nyicipin carciofi alla giudia, yang ternyata rasanya buonissimo! Saking enak dan renyahnya, kita sampai pesen lagi… Carciofi alla giudia pada dasarnya adalah artichoke yang digoreng dua kali sehingga menghasilkan rasa renyah di luar dan lembut di dalam. We were also very lucky karena sampai di sini jam 11 siang, yang mana restorannya belum penuh, karena setelah itu ada antrean yang mengular panjang di restoran kosher ini. Jadi pastikan kamu datang sebelum jam lunch ya!

6. Maritozzi

makanan khas Italia

Roti brioche Italia manis yang ikonik dari Roma. Dari bentuknya aja udah menggoda, apalagi mencicipi rasanya yang manis. Maritozzi diiris lebar dan diisi dengan krim kocok yang sedikit manis. Saya nyicipin maritozzi pada suatu pagi di sebuah kafe di Trastevere karena waktu terbaik untuk menikmatinya adalah saat sarapan bersama cappuccino. Selain itu, bisa juga disantap sebagai dessert. Pastry yang satu ini namanya diambil dari kata marito yang artinya suami. Hal ini karena pada abad pertengahan, para lelaki suka menghadiahkan tunangannya maritozzi saat hari Valentine, kadang disisipi cincin di dalamnya. Wow, so sweet, semanis rasanya!

Maritozzi termasuk menu sarapan paling khas bagi para Roman. Di Roma, gak ada bacon dan telur atau pancake karena warlok Roma lebih suka makanan manis dan minuman berkafein untuk sarapan. Selain maritozzi, mereka juga sarapan dengan cornetto, yaitu pastry manis yang kadang diisi dengan selai marmellata. Sementara itu, pilihan kafeinnya antara espresso dan cappuccino.

Kalau kamu kepingin menyantap maritozzi bersama cappuccino juga, pastikan untuk meminumnya sebelum jam 11 pagi ya. Hal ini karena bagi orang Italia, cappuccino hanya diminum saat sarapan. Kandungan susu yang tinggi dalam cappuccino dianggap dapat menghambat pencernaan setelah makan siang atau makan malam. Di siang hari kamu bisa minum caffè macchiato atau espresso yang dianggap lebih membantu pencernaan.

7. Pizza ala Roma

makanan khas Italia
Photo by ROMAN ODINTSOV on Pexels.com

Roma bisa dibilang sebagai hometown-nya pizza, well, selain Sisilia dan Napoli, karena ketiga kota ini selalu berselisih tentang siapa penemu pizza yang sebenarnya. Selagi di Roma, kamu wajib nyicip makanan khas Italia yang satu ini karena pizza ala Roma rasanya beda dengan pizza Italia dari Napoli dan Sisilia. Pizza khas Roma memiliki roti yang tipis dan renyah, karena penggunaan minyak zaitun dalam adonannya, dan saus serta topping-nya dioleskan secara merata hingga hampir ke tepi.

Pizza ala Roma dipanggang dengan cepat, sekitar tiga menit pada suhu sekitar 700°F. Tetapi karena dasarnya jauh lebih tipis, lebih renyah, dan lebih kokoh, strukturnya berbeda dengan pizza Neapolitan. Kalau kamu mencubit sepotong di tepinya dan mengangkatnya, kamu akan menemukan bahwa bagian tengah pizza tidak pernah melengkung, tidak seperti pizza Neapolitan yang lebih lembut.

8. Tiramisu

makanan khas Italia

Siapa yang gak suka makan tiramisu? Salah satu dessert terpopuler di dunia ini termasuk makanan khas Italia. Di Roma, tiramisu gak cuma dihidangkan sebagai makanan penutup di restoran, tapi banyak pula dijual di kios khusus tiramisu di pinggir jalan.

Alih-alih berpegang teguh pada resep tradisional tiramisu dengan menggunakan kopi dan kakao, toko-toko pastry di Roma melakukan bermacam inovasi seperti menciptakan varian rasa baru, membuat tiramisu cup portabel ala jajanan kaki lima, dan sentuhan bahan-bahan lokal yang unik. Hasilnya, tiramisu bertransformasi menjadi tren kuliner.

Cobain deh tiramisu inovatif saat kamu jalan-jalan ke Roma. Mulai dari tiramisu rasa pistachio, caramel, strawberry, dan maritozzo ada di Roma. Brand seperti Pompi dan Two Sizes bahkan berhasil mengubah budaya makan tiramisu dari duduk di restoran menjadi casual street food yang bisa dimakan sambil jalan-jalan melihat Trevi Fountain dan Piazza Navona. Kedua brand ini menawarkan tiramisu dalam bentuk cup dan box yang praktis.

makanan khas Italia

Well, makanan khas Italia khusus di Roma aja ada banyak banget, 7 hari mengeksplor Roma gak cukup buat nyobain satu per satu. Tapi at least, saya dan suami merasa cukup puas bisa nyobain 8 makanan khas Italia di atas. Gimana dengan kamu? Apa makanan khas Italia favorit kamu?

Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :

  1. Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
  2. Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
  3. Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
  4. Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
  5. The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood

Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here

Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures

Leave a comment