Serunya Menjelajahi Amsterdam dengan Bersepeda (2)

Amsterdam dengan Bersepeda
Amsterdam, the most beautiful city

Di belakang museum Van Gogh rupanya ada taman hijau yang lumayan luas. Taman ini menjadi salah satu tempat hang out favorit warga dan turis.

Saya dan teman lalu memutuskan nongkrong sebentar disini. Di sekitar taman Van Gogh juga ada supermaket Albert Heijn yang merupakan jaringan supermarket terbesar di Belanda.

Amsterdam dengan Bersepeda
Nyantai di taman depan museum Van Gogh

Dari museumplein saya kembali mengayuh sepeda melewati kanal – kanal Amsterdam. Kota ini memiliki 3 kanal yang disebut Herengracht (kanal para lords), Keizersgracht (kanal kaisar) dan Prinsengracht (kanal pangeran). Ketiga kanal ini dikenal sebagai Grachtengordel.

BACA JUGA : Mengunjungi Kincir Angin & Pabrik Keju di Desa Tradisional Belanda, Zaanse Schans (Part 1)

Amsterdam dengan Bersepeda
salah satu kanal di Amsterdam

Kanal – kanal yang dibangun sejak abad ke-17 ini tercatat sebagai UNESCO World Heritage List. Dari jembatan saya melihat beberapa orang asyik melintasi kanal dengan perahu. Turis juga bisa ikut berperahu di kanal – kanal Amsterdam yang ikonik ini.

Amsterdam dengan Bersepeda
Patung Rembrandt dan karyanya The Night Watch

Pegal karena terus bersepeda, saya dan teman beristirahat sejenak di sebuah alun – alun yang disebut Rembrandtplein. Alun – alun ini dinamakan berdasar nama pelukis Belanda dari abad ke-17, Rembrandt, yang terkenal dengan karyanya The Night Watch. Di alun – alun ini terpajang patung Rembrandt dan juga patung – patung tembaga kecil yang menceritakan karya Rembrandt The Night Watch.

Hari sudah menjelang petang ketika saya dan teman memutuskan beranjak menuju Vondelpark yang berada di dekat Museumplein. Vondelpark adalah taman tertua dan terbesar di Amsterdam.

Amsterdam dengan Bersepeda
Sepedaan di Vondelpark

Taman terpopuler di Belanda ini telah berusia lebih dari 150 tahun. Kami bersepeda mengelilingi taman yang saking luasnya mirip dengan hutan ini. Di dalam Vondelpark terlihat turis maupun warga yang sedang asyik piknik, bermain bola dengan keluarga, lari, jalan – jalan dengan anjing peliharaan maupun bermalas – malasan di atas rumput. Vondelpark juga memiliki fasilitas playground untuk anak – anak dan juga restoran.

Taman seluas 45 hektar ini dinamakan berdasar nama penyair terkenal Belanda, Joost Van Den Vondel yang patungnya bisa ditemukan di dalam taman. Vondel park didesain oleh arsitek Jan David Zocher yang juga mendesain taman bunga tulip Keukenhof. Saat musim panas konser musik gratis sering digelar di Vondelpark, tapi karena saya kesana saat musim semi maka saya tak menjumpai adanya konser.

Amsterdam dengan Bersepeda
Di depan Amsterdam city hall

Hari sudah berubah gelap ketika saya keluar dari Vondel park. Dengan sepeda saya menuju Dam square atau alun – alun kota. Area ini merupakan pusat bersejarah di Amsterdam. Dinamakan Dam Square mengacu pada lokasinya yang berada di bendungan di sungai Amstel. Sebagai lokasi turis yang populer di Amsterdam, Dam Square masih dipenuhi oleh turis meski malam telah tiba.

Alun – alun kota Amsterdam ini bernuansa abad pertengahan dengan adanya ubin batu besar. Disini berdiri dengan anggun Royal Palace yang dulu merupakan tempat tinggal keluarga kerajaan dan kini berfungsi sebagai balai kota. bangunan bergaya neo klasik ini bercahaya kuning emas saat malam hari.

Amsterdam dengan Bersepeda
Dutch National Monument

Satu monumen bersejarah lainnya yang berada di Dam Square adalah National Monument atau monumen nasional. Monumen berwarna putih ini didirikan para tahun 1955 untuk memperingati para korban perang dunia kedua. National Monument didesain oleh J.J.P. Oud.

Para wisatawan juga bisa mengunjungi beberapa bangunan terkenal dan bersejarah di area ini seperti Nieuwe Kerk yang berarti new church atau gereja baru, museum lilin Madame Tussaud, dan departemen store papan atas De Bijenkoft. Puas memandangi keindahan arsitektur gedung dan monumen bersejarah disini, saya dan teman kembali mengayuh sepeda ke arah utara melewati Amsterdam Centraal. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Saatnya beristirahat sebelum kembali melanjutkan petualangan di Amsterdam keesokan harinya.

This article has been published at http://www.okezone/travel on Saturday, September 16, 2017. 

3 thoughts on “Serunya Menjelajahi Amsterdam dengan Bersepeda (2)

  1. Pingback: Museum Anne Frank, Wisata Sejarah Kelamnya Peristiwa Holocaust di Belanda – The Island Girl Adventures

  2. Pingback: Bun Bo Nam Bo, Bihun Khas Vietnam yang Patut Diburu Traveler – The Island Girl Adventures

  3. Pingback: Sex Museum Amsterdam, Wisata Erotis Legendaris yang Bikin Penasaran – The Island Girl Adventures

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s