
Liburan akhir tahun 2025 & awal tahun 2026 kali ini mostly kita terbang dengan Turkish Airlines. Tapi ada kalanya saya juga pengen nyobain maskapai lokal yang belum pernah dicoba. Setelah terbang dengan Easyjet dan Ryan Air, kali ini saya coba terbang dengan budget airlines asal Hungaria, Wizz Air. Tak disangka, penerbangan dari Marrakesh (Maroko) ke Roma, Italia dengan Wizz Air jadi pengalaman terbang terburuk kita! Bahkan kalau dibandingkan dengan Ryan Air yang terkenal suka bikin kontroversi, pelayanan Wizz Air jauh lebih buruk to the point saya gak bakal beli tiket dan terbang dengan mereka lagi. Wizz Air review ini saya tulis agar kamu bisa terhindar dari membuat kesalahan seperti yang saya lakuin dan biar gak dapet perlakuan tidak mengenakkan juga dari petugas check-in.
Review Wizz Air: Kenapa memilih maskapai ini?

Sejak mulai traveling bersama anak, saya dan suami sepakat untuk selalu memilih penerbangan langsung. Kalau ada direct flight kita tidak akan memilih penerbangan dengan transit, meski yang ada transitnya kadang harga tiketnya lebih rendah. Alasannya tentu biar cepat sampai dan anak tidak rewel akibat kelamaan nunggu di bandara. Makanya pas searching penerbangan dari Marrakesh ke Roma, saya ignored aja pilihan penerbangan yang mesti transit di Barcelona, Lisbon, maupun Casablanca. Padahal, zaman dulu pas masih single, saya demen banget ngambil transit yang panjang biar sekalian bisa jalan-jalan ke kota baru meski cuma kurang dari sehari. Sekarang kebalikannya hehe..how life has changed me…
Sebenarnya ada satu maskapai yang saya tertarik buat nyobain, yaitu Royal Air Maroc, maskapai terbaik dan terbesar di Maroko yang punya full-service. Sayangnya karena cuma ada pilihan penerbangan dengan transit, gagal deh naik maskapai ini. Karena itulah kita akhirnya beli tiket Wizz Air. Selain karena direct flight, jam terbangnya cocok, yaitu jam 7 malam, sehingga kita bisa puas-puasin jalan-jalan di hari terakhir di Marrakesh.
Karena pernah terbang dengan maskapai murah Eropa lainnya , tentu saya udah menduga Wizz Air baggage policy, yang mana harga tiketnya tidak termasuk dengan koper kabin dan bagasi. Memang tiket Wizz Air lebih murah dibanding maskapai lainnya saat itu tapi yang included dengan tiket hanya satu tas kecil berukuran 40x30x20 cm yang diletakkan di bawah kursi, sedang koper kabin dan bagasi harus bayar lagi. Di titik ini, ekspektasi saya akan terbang dengan budget airlines Eropa masih baik-baik aja, eh ternyata pengalaman naik Wizz Air realitasnya berbanding terbalik 360 derajat.
Sekilas tentang Wizz Air
Wizz Air adalah maskapai penerbangan berbiaya sangat rendah asal Hungaria dan salah satu maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di Eropa. Budget airlines Eropa ini berfokus pada perjalanan hemat biaya tanpa embel-embel. Rute utamanya menghubungan Eropa Tengah/ Timur dengan Eropa Barat, tapi Wizz Air juga memiliki banyak rute ke Timur Tengah dan sebagian Asia. Wizz Air mengoperasikan armada baru yang seluruhnya terdiri dari pesawat Airbus (A320/A321).
Karena tiketnya murah, maskapai yang berdiri sejak September 2003 ini menawarkan layanan bagasi, pemilihan tempat duduk, dan makanan dengan biaya tambahan. Di dalam kabin tidak ada inflight entertainment, apalagi wifi. Jarak antar seat juga lumayan sempit. Seperti maskapai murah Eropa lainnya, ada banyak mixed reviews tentang Wizz Air dimana banyak penumpang yang komplain tentang delay dan customer service mereka. Dalam kasus saya, problem Wizz Air terjadi saat check in.
Tiket Wizz Air Marrakesh – Roma dan harganya
Kita beli tiket Wizz Air untuk 2 dewasa dan 1 anak rute Marrakesh – Roma, ditambah bagasi 4 koper (dengan biaya tambahan) totalnya $391,76.
Proses check-in dan boarding Wizz Air

Jam 3 siang kita sudah sampai di Bandara Internasional Menara. Eh, ternyata konter check-in baru dibuka 1 jam lagi. Setelah menunggu 1 jam, saya, suami dan anak bergegas ikut antrean check-in. Pas tiba giliran kita untuk check-in, petugas ngasih tahu kalau kita wajib check-in online dan ngeprint boarding pass sendiri, sedangkan kalau check-in di bandara akan dikenakan biaya tambahan. Hmm karena udah terlanjur mau gak mau kita mesti membayar biaya tambahan sebesar 1000 MAD (92,23 Euro). Itu pun suami saya mesti keluar antrean untuk membayar di konter lain dulu sebelum balik lagi untuk check-in dan dropping baggage!
See, inilah salah satu trap free dari Wizz Air yang sering dikeluhkan para penumpang. Maskapai murah Eropa ini memang memasang tarif tiket pesawat yang rendah, tapi dengan aturan yang sangat kejam kepada penumpang. Banyak layanan dasar yang dijadikan add-on berbayar oleh Wizz Air, salah satunya ya ini biaya check-in di bandara. Dalam kasus saya, saya dan suami tidak sadar akan adanya aturan wajib check-in online. Biasanya aja kita harus check-in langsung di bandara, check-in online malah gak bisa, misalnya pas mau terbang ke Melbourne dengan Garuda Indonesia. Kita pun jarang banget pakai budget airlines di Eropa. Ditambah lagi saat itu kita sibuk dan ribet dengan hari terakhir di Marrakesh, jadinya lengah deh akan hal satu ini, dan Wizz Air tentu sudah mengkalkulasi kemungkin travelers yang lengah seperti kami. Meski ini aturan, rasanya gak fair sih terhadap penumpang, apalagi kita juga bayar bagasi banyak dengan nilai yang lumayan tinggi setiap kopernya.
Biaya check-in di bandara juga terasa tidak fair dilihat dari sisi customer experience karena nilainya yang tinggi, hampir setara dengan harga tiketnya.
Pengalaman naik Wizz Air lainnya yang bikin saya kapok terjadi beberapa menit kemudian. Petugas check-in yang orang Maroko entah kenapa tiba-tiba sok ngide memisahkan kami sekeluarga ke seat yang gak sebaris. Padahal pesawatnya gak penuh-penuh amat! Entah orang ini lagi having a bad day or pada dasarnya emang rasis aja, gak suka ngelihat mixed race family tapi yang jelas setelah kena jebakan biaya check-in dan perlakuan rasis petugas, kita jadi bete banget dan pengen segera keluar dari Maroko.
Untungnya setelah pengalaman buruk diatas, proses boarding berjalan lancar, tidak ada delay. Thank God, we don’t have Wizz Air delay experience!
Terbang dengan Wizz Air
Penerbangan dengan Wizz Air untungnya lancar selama 3 jam 30 menit. Hanya aja anak saya yang udah tidur duluan selama nunggu boarding jadi aktif, padahal biasanya dia anteng lho di pesawat hehehe… Wizz Air review ini juga jadi tertolong berkat seorang pramugara bernama Marcus. Jadi saat kita baru naik pesawat, suami sempat info ke pramugara kalau kita sekeluarga dipisah, padahal anak saya masih toddler. Pramugara inilah yang bantu kita untuk bisa duduk di row yang sama.
Summary pengalaman buruk naik Wizz Air
Kesimpulannya, pengalaman naik Wizz Air kami cukup buruk, dan kalau gak kepepet saya gak bakal naik lagi deh. Customer service dan customer experiencenya sangat kurang!
- Ada jebakan kalau tidak check-in online maka penumpang harus membayar biaya check-in di bandara yang sangat tidak proporsional, nilainya hampir sama dengan harga 1 tiket.
- Perlakuan petugas check-in yang rasis, memisahkan keluarga dengan anak balita padahal pesawatnya tidak penuh.
Good side dari Wizz Air
Meskipun begitu, harus saya akui saya cukup nyaman dan merasa aman naik Wizz Air karena mereka menggunakan pesawat jenis Airbus. Ditambah lagi service dan attitude dari pramugaranya yang excellent bikin kami merasa sedikit lega.
Downside terbang dengan Wizz Air
Selain hal-hal yang saya jabarkan diatas, terbang dengan Wizz Air dan budget airlines Eropa lainnya artinya kita sebagai penumpang mesti ekstra waspada, kalau lengah dikit bakal kena jebakan maskapai, entah itu Wizz Air hidden fees atau bakal delay berjam-jam. Meski tiketnya murah, belum tentu benar-benar murah lho karena kamu mesti menghitung biaya total setelah nambah bagasi (kalau ada bagasi), dan inget, koper kabin juga tidak free! Intinya, naik maskapai macam Wizz Air kita mesti jeli dan detail ngebaca semua aturan main mereka.
Tips terbang dengan Wizz Air
Berikut beberapa tips kalau kamu masih memutuskan terbang dengan Wizz Air:
- Cek aturan bagasi dengan teliti. Penumpang hanya bisa membawa tas kecil yang diletakkan di bawah tempat duduk. Sedang koper kabin dan bagasi perlu biaya tambahan.
- Check-in online wajib, sedang check-in di bandara ada biaya tambahan yang tinggi. Check-in online dibuka 24 jam hingga 3 jam sebelum keberangkatan (atau 30 hari jika membeli kursi).
- Pastikan tas kamu sesuai ukuran yang dibolehkan bawa masuk ke kabin, bisa aja mereka akan mendenda kamu kalau ketahuan tasnya lebih besar.
- Budget airlines Eropa terkenal suka delay, set your expectation lower biar gak kecewa.
Apakah Wizz Air bagus (worth to try)?
Dengan segala keterbatasan dan”jebakan”nya, menurut saya kalau budget menjadi prioritas kamu, Wizz Air bisa dicoba asalkan kamu hanya bawa tas kecil dan tidak membeli bagasi. Kalau bawa barang banyak yang perlu bagasi sih mending naik full-service airlines yang sudah included dengan bagasi dan tentunya memiliki customer service yang lebih baik.
Untuk kami yang seringnya bawa beberapa koper dan kepingin terbang dengan nyaman serta terbiasa dengan servis apik maskapai, there will be no next flight with Wizz Air.
Review Wizz Air: Frequently Asked Questions

Apakah Wizz Air maskapai yang aman?
Ya, Wizz Air termasuk maskapai yang aman untuk terbang. Maskapai ini berbasis di Hungaria dan beroperasi di banyak rute di Eropa dengan armada pesawat Airbus modern seperti Airbus A320 dan A321. Wizz Air juga mengikuti standar keselamatan penerbangan Uni Eropa yang cukup ketat. Namun, sebagai maskapai ultra low-cost, layanan yang diberikan biasanya sangat minimal dibandingkan maskapai full-service.
Apakah Wizz Air sering delay?
Seperti banyak maskapai budget lainnya, Wizz Air terkadang mengalami keterlambatan penerbangan, terutama di bandara yang sangat sibuk di Eropa. Beberapa penumpang melaporkan delay atau perubahan jadwal, meskipun hal ini tidak selalu terjadi di setiap penerbangan. Karena itu, jika kamu terbang dengan Wizz Air, sebaiknya hindari jadwal transit yang terlalu mepet untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan.
Berapa bagasi gratis Wizz Air?
Pada tiket standar Wizz Air, penumpang biasanya hanya mendapatkan satu tas kecil gratis yang harus muat di bawah kursi depan. Jika ingin membawa koper kabin atau bagasi check-in, penumpang harus membeli tambahan bagasi saat memesan tiket atau sebelum check-in. Aturan ukuran dan berat bagasi juga cukup ketat, jadi penting untuk memeriksa kebijakan bagasi Wizz Air sebelum berangkat agar tidak terkena biaya tambahan di bandara.
Kira-kira begitulah Wizz Air review ini, gaes. Sungguh pengalaman naik pesawat yang gak mengenakkan. Kalau kalian gimana, apa ada pengalaman seru juga dengan maskapai ini?
Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :
- Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
- Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
- Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
- Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
- The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood
Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here
Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures
