
Makanan Turki terkenal yummy dan punya banyak penggemar di berbagai penjuru dunia. Apalagi kalau ke negara-negara Eropa, tak susah menemukan kedai kebab. Selain lezat dan porsinya lumayan besar, makanan Turki dijadikan pilihan traveler Indonesia karena halal. Pas jalan-jalan ke Istanbul kemarin, saya dan keluarga sengaja meluangkan waktu untuk nyobain berbagai makanan khas Turki baik yang udah terkenal sekaligus hidden gemnya. Suprisingly, makanan Turki cocok di lidah saya, padahal saya jarang loh open-minded nyobain makanan baru. Untuk kamu yang gak bisa lepas dari nasi, ayam, dan kepingin makanan manis dan gurih, cobain deh 10 makanan Turki berikut ini saat jalan-jalan ke Istanbul dan kota-kota lain di Turki!
- Buglur Pilaf

Alasan utama kenapa saya demen makanan Turki adalah Bulgur Pilaf. Sebagai orang Indonesia yang kalau bisa selalu makan nasi saat lagi di luar negeri, seneng banget rasanya nemu Bulgur Pilaf di restoran Turki sebelah hotel kita di Istanbul. Bulgur Pilaf memiliki tekstur kenyal, dengan bulir yang lebih besar dari nasi pada umumnya, dan terasa gurih karena diolah bersama tomat. Pokoknya rasanya yummy deh, pas disantap dengan ayam!
Bulgur Pilaf adalah hidangan pokok populer di Turki yang terbuat dari bulgur (gandum) kasar yang dimasak dengan pasta tomat, pasta cabai, dan bumbu-bumbu hingga berwarna oranye kemerahan. Termasuk alternatif nasi, Bulgur Pilaf bernutrisi tinggi, kaya serat, dan protein, bahkan lebih sehat dibanding nasi putih karena mengandung kalori lebih rendah. Biasanya di Turki, Bulgur Pilaf disajikan bersama kebab, ayam, ikan, atau dimakan langsung dengan yogurt tawar kental dan acar cabe. Biasanya saya pilih menyantapnya bersama ayam panggang dan salad, seperti tampak di foto atas. Selain di restoran, kamu bisa juga nemuin Bulgur Pilaf di lokantasi, yaitu warung/ rumah makan tradisional Turki yang menyajikan makanan rumahan yang terjangkau, autentik, dan seringkali bergaya kantin, di mana menunya berubah setiap hari.
BACA JUGA: Jalan-Jalan ke Istanbul, Turki 4 Hari. 12 Destinasi Memukau di Negara Bebas Visa Eropa
2. Baklava

Makanan Turki yang paling nempel di ingatan saya ya Baklava. Gara-gara dulu pernah ke Istanbul tahun 2016 dan suka banget pas nyicip Baklava. Baklava adalah dessert khas Turki berbentuk pastry yang kaya rasa dan manis. Teksturnya terdiri dari beberapa lapisan adonan phyllo renyah berisi kacang cincang, kenari, atau pistachio, serta madu atau sirup. Baklava Turki seringnya berisi pistachio, serta disajikan bersama teh atau kopi.
Selain di Turki, Baklava juga menjadi makanan khas di Yunani dan Lebanon. Selain pas disantap sebagai makanan penutup, Baklava juga banyak dijual di toko oleh-oleh Turki. Salah satu yang paling terkenal dan paling cantik gerainya adalah Hafiz Mustafa.
3. Borek

Makanan pertama Turki yang pertama saya makan begitu sampai Istanbul adalah Borek, and honestly I was impressed how good it was! Borek adalah sejenis pastry atau kue kering panggang yang terbuat dari adonan tipis phyllo yang renyah, diisi dengan daging cincang, keju, bayam, atau kentang. Makana khas Turki ini bisa disantap sebagai sapan, camilan, ataupun makanan utama.
Gak cuma di Turki, Borek juga bisa ditemukan di negara-negara Balkan lainnya seperti di Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Serbia, dan lainnya. Saya juga pernah nyicip Borek di Ljubljana, Slovenia hanya aja rasanya gak seenak yang saya makan di sebuah kafe di Istanbul ini. Nama kafenya Izel, lokasinya tak jauh dari Hagia Sophia. Cobain deh Borek isi daging cincang dan isi keju dan bayam, hmm so good!
4. Lokum (Turkish Delight)

Tadinya saya kekeuh maunya nyemil Baklava, until I tried Lokum, dan abis itu gak berhenti nyemil deh hehehe….Bersama Baklava, Lokum menghiasi window display banyak toko oleh-oleh Turki di berbagai sudut Istanbul juga di bazaar. Gak cuma rasanya, tapi tampilannya juga menggoda. Kalau pun kamu belum nyobain Lokum, kamu pasti bakal tergoda buat ngebeli Lokum saat melihat deretan penganan berbentuk kubus bertabur gula putih ini.
Sering disebut Turkish Delight, Lokum adalah manisan tradisional Turki yang bertekstur seperti gel dan lembut, rasanya manis banget karena terbuat dari pati, gula dan perasa seperti air mawar, lemon, atau damar. Isian Lokum bermacam mulai dari pistachio, walnut, almond, hingga krim kental. Warna putihnya berasal dari gula bubuk yang ditambahkan untuk mencegah lengket.
Lokum yang pertama kali dibuat pada akhir abad ke-18 saat masa Ottoman sering disajikan bersama kopi, menjadi suguhan bagi tamu, serta jadi pilihan camilan saat hari libur. Sama seperti Baklava, saya nyobain Lokum yang enak banget di toko Hafiz Mustafa.
5. Pide

Makanan Turki berbentuk seperti perahu ini sering disebut sebagai Pizza Turki karena memiliki tekstur yang renyah seperti pizza dan ditaburi berbagai topping. Pide terbuat dari adonan lembut berbahan dasar gandum yang diberi berbagai macam topping, dengan bagian tepinya biasanya dilipat untuk menciptakan pinggiran yang khas, terangkat, dan menyerupai perahu. Secara tradisional, roti ini dipanggang dalam oven batu berbahan bakar kayu bersuhu tinggi, menghasilkan bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang kenyal.
Beda dengan Pizza Italia, Pide tidak menggunakan saus tomat. Toppingnya pun beda, biasanya pilihannya antara daging domba cincang, keju khas Turki yang meleleh, sosis, bayam, jamur, keju, hingga telur.
Ketika Pide dihidangkan ke meja kita, saya merasa familiar dengan makanan Turki ini. Eh ternyata saya emang udah pernah makan Pide beberapa kali di Bali, tepatnya di 2 restoran Georgia di Umalas. Selain di Turki, Pide memang bisa ditemukan di negara-negara sekitarnya seperti Irak, Iran, Georgia, Kyrgyzstan, Siprus Utara, dan negara-negara Balkan diantaranya Albania, Bulgaria, dan Romania. Tapi jujur, Pide yang saya makan di Istanbul terasa lebih enak dari yang di resto Georgia di Bali hehe..
6. Dondurma (Turkish Ice Cream)

Siapa yang gak tahu Turkish ice cream? Berkat atraksi menghibur penjual es krim lengkap dengan atribut pakaian tradisional Turki, Turkish ice cream menjadi makanan Turki atau jajanan yang ikonik. Tentu gampang menemukan kedai Dondurma di sepanjang Istiklal street atau di kawasan Fatih. Saat kecapekan jalan kaki mengeksplor Istanbul pun kita beberapa kali rehat sambil menikmati segarnya es krim cokelat, pistachio, dan stroberi. Anak juga lupa ngambek dan hilang rasa bosannya setelah mencicipinya…
Bedanya Turkish ice cream dengan Gelato Italia dan es krim pada umumnya ada pada teksturnya yang kenyal, elastis, dan tidak mudah meleleh. Dondurma dibuat dari bahan dasar susu kambing, gula, salep atau tepung akar anggrek, dan mastic (getah tanaman). Kamu bisa milih beli Dondurma dengan atau tanpa atraksi, juga berapa banyak scoop. Hati-hati ya, kadang penjualnya agak scammy dengan cara ngasih lebih banyak scoop meski belinya cuma satu scoop.
7. Turkish Coffee

Gak lengkap traveling ke Turki tanpa nyobain Turkish coffee yang terkenal! Brewing method, cara penyajian, teko, sampai rasanya unik! Saking uniknya, cara membuat kopi Turki jadi atraksi sendiri lho!

Kopi Turki dibuat menggunakan metode cevze. Biji kopi yang telah digiling hingga sangat halus ditempatkan ke dalam teko tembaga (cevze), dicampur dengan air dingin lalu dipanaskan diatas pasir panas untuk mendapatkan distribusi panas yang konsisten, merata, dan lembut ke seluruh bagian cevze. Saat disajikan ke dalam cangkir, hmm aromanya yang strong bikin kantuk di pagi hari seketika menguap. Setelah mencicipi, ternyata rasanya not my taste, but it’s still worth to try considering cara penyajiannya yang unik dan teko tembaga (cevze)nya cantik banget. Bahkan, saya sempetin beli di Grand Bazaar lho saking sukanya ama teko kopi khas Turki ini.
8. Balik Durum

Saya beberapa kali ngelihat pedagang di Pasar Kadikoy menawarkan sejenis jajanan fish wrap. Ternyata itu adalah Balik Durum, yaitu jajanan kaki lima ikonik khas Istanbul Turki, berupa ikan panggang (biasanya makarel) yang dibungkus dalam roti tipis bersama sayuran segar seperti bawang bombay, selada, dan perasan lemon. Rasanya gurih, manis, serta segar!
Selain di Pasar Kadikoy, kamu juga bisa nemuin pedagang Balik Ekmek di kawasan Eminonu.
9. Kebab

Ikon makanan Turki yang udah terkenal dimana-mana. Pas liburan ke Turki, sempatkan juga mencicipi kebab Turki asli di kampung halamannya ya. Kebab terdiri dari daging yang dimarinasi dan dipanggang diatas arang (biasanya daging domba, sapi, atau ayam), disajikan bersama nasi/ bulgur, roti pita serta sayuran segar. Jenis kebab yang paling populer adalah doner kebab yang dipanggang secara vertikal, sedang varian kebab lainnya diantaranya Shish Kebab yang ditusuk dan Adana Kebab yang dagingnya dicincang.
Kebab yang paling saya suka adalah Adana karena dagingnya terasa lembut dan lezat. Apalagi dipadukan dengan Bulgur Pilaf yang terasa seperti nasi beraroma tomat, hmm yummy banget! Salah satu tempat tercakep buat menikmati Adana Kebab yaitu di Hamdi Restaurant yang punya view Selat Bosphorus yang menakjubkan.
10. Kumpir

Lagi-lagi ketika sedang jalan-jalan di Pasar Kadikoy, saya nemuin jajanan kaki lima yang menggugah selera. Kumpir namanya, yaitu kentang panggang yang dibelah dan isinya dihaluskan bersama mentega dan keju. Kumpir biasanya ditambahkan berbagai pilihan topping seperti buah zaitun, jagung, acar, sosis, dan saus. Cocok banget disantap saat musim dingin!
Selain di Pasar Kadikoy, kamu bisa menemukan kumpir di berbagai penjuru Istanbul, termasuk Ortakoy. Kumpir juga populer di negara-negara Balkan.
Satu hal lagi yang bikin saya suka banget dengan makanan Turki adalah fakta saya turun 3 kg setelah selesai traveling awal tahun ini. Sepertinya bukan cuma karena saya makan makanan khas Turki selama ngetrip aja sih tapi karena banyak jalan kaki juga. But anyway, makanan Turki worth to try ya guys saat kalian jalan-jalan ke Turki.
Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :
- Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
- Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
- Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
- Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
- The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood
Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here
Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures
