
Sejak lama Turkish Airlines jadi salah satu maskapai favorit saya. Alasannya karena makanannya enak, dan pernah dapet transit 1 hari di Istanbul berserta free hotel dan turnya. Setelah sekian lama gak naik maskapai dari Turki ini akhirnya awal tahun ini saya dan keluarga kembali naik Turkish Airlines lagi. Gak tanggung-tanggung, dalam trip kali ini kita naik 4 penerbangan (bukan transit ya). Yaitu dari Bali ke Istanbul, Istanbul ke Marrakesh, Roma ke Istanbul, dan Istanbul ke Bali. Pengalaman naik Turkish Airines kali ini semuanya positif dan memorable, hence worth to be sharing & recommending it to you, guys. Ditambah lagi, fasilitas Bandara Istanbul sangat family friendly dan convenient. Cusss bahas satu per satu yuk serunya terbang dengan Turkish Airlines!
Terbang dari Bali ke Istanbul dengan Turkish Airlines. Pertama kali anak duduk sendiri.

Trip akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 ini memang beda. Biasanya kita menghindari gonta-ganti pesawat dalam satu trip biar baby gak rewel dan ribet di airport. Tapi musim dingin ini saya dan keluarga akan ke Maroko dalam rangka Christmas vacation bareng mertua dan ipar, jadi sekalian aja sebelum ke Maroko kita liburan dulu ke Turki, lalu ditutup dengan traveling ke Roma, Italia buat new year celebration. Aimee juga sudah menginjak 2+ tahun, makanya dalam trip ini anak saya sudah duduk di kursinya sendiri, gak lagi bareng mama.
Bisa dibilang di hampir 4 penerbangan dengan Turkish Airlines, Aimee bisa tidur pulas. Terutama penerbangan pulang dari Istanbul ke Bali, selama 12 jam penerbangan 9 jam dihabiskan untuk tidur. Jam penerbangan saat tengah malam serta capek setelah main di playground bandara terbukti bikin anak mudah tidur, ortu pun bisa istirahat dan nonton film in peace hehe…
Flight selama 5,5 jam dari Istanbul ke Maroko dan flight 3 jam dari Roma ke Istanbul pun terbilang mudah bersama anak. Kalau gak tidur, Aimee sibuk nonton film Lion King. Justru tantangan paling berat terjadi saat kita baru lepas landas dari Bali ke Istanbul. Meski udah dibikin capek dengan lari-larian di Bandara Ngurah Rai dan ambil penerbangan malam, somehow anak saya gak mau tidur. Instead of dia lumayan rewel selama 3 jam pertama sebelum akhirnya sukses ditidurkan.

Hal lain yang saya bikin pengalaman naik Turkish Airlines makin menyenangkan adalah leg roomnya yang terasa lebih lega dibanding maskapai sejenis seperti Qatar dan Emirates. Makanan tentu aja tetap enak seperti dulu meski I’ve noticed porsi menu utamanya agak kecilan. But it’s okay for me, secara saya gak mau kebanyakan makan selama di dalam pesawat, dan di pesawat tuh kan makannya sering ya, gak mau lah pas mendarat perutnya bloating.
Many freebies & toys buat Aimee dari Turkish Airlines!

Harus diakui Turkish Airlines generous banget dalam hal ngasih amenity kit dan freebies buat anak-anak! Saking sukanya sama mainannya, saya jadi merasa harus masukin hal ini ke dalam Turkish Airlines review ini. Selama 2x long flight (Bali – Istanbul dan Istanbul – Bali), Aimee dapet masing – masing 1 travel bag yang cute banget berisi sebuah action figure, sebuah pilot hat, activity booklet (coloring dan origami), serta amenity kit yang sama dengan amenity kit penumpang dewasa hanya aja ukuran anak-anak.
See? it looks so nice and well thought, kan ya? Travel bag yang berbentuk pesawat bisa dipakai Aimee jalan-jalan sore dan main ke playground.
Koleksi mainan Turkish Airlines diatas adalah bagian dari seri My Travel Buddy, yang diberikan ke penumpang anak-anak dalam penerbangan internasional minimal 5 jam. Semua mainan terbuat dari bahan daur ulang dan ramah lingkungan yang tentunya aman bagi anak-anak.
Bandara Istanbul yang family-friendly

Setelah puas mengeksplor Istanbul selama 4 hari, kita kembali ke Bandara Istanbul untuk check-in ke penerbangan berikutnya, yaitu Marrakech, Maroko. Begitu sampai di area check-in kita diarahkan petugas ke area sebelahnya yang ternyata area check-in khusus family. Saat itulah saya sadar betapa family-friendly pelayanan Turkish Airlines dan Bandara Istanbul. Family check-in area-nya bukan cuma 1 desk lho , tapi the entire row!! Check-in nya pun berjalan cepat, cuma 5 menit udah kelar. Anak juga terhibur dan gak kabur kemana-mana karena area check-in-nya menarik, ada tangga untuk anak kecil yang berwarna-warni. Seperti biasa, stroller tetap kita gunakan sampai tiba saatnya masuk ke pesawat dimana petugas akan mengambil stroller, dan kita bisa ambil kembali bersama koper-koper di bandara tujuan.

Fasilitas kedua di bandara home base-nya Turkish Airlines yang bikin kita impressed banget adalah family gate menuju ke area security checking and imigrasi. Bukan rahasia lagi kalau antre lama saat pengecekan sekuriti dan imigrasi bikin anak jadi gelisah dan bawaannya pengan gerak kemana-mana, well at least itu yang terjadi sama saya. Dengan adanya family gate ini kita bisa melalui pemeriksaan sekuriti dengan cepat. Begitu juga saat ke imigrasi, prosesnya berjalan cepat dengan adanya fast track lanes untuk keluarga dengan anak kecil, lansia, disabled, dan ibu hamil. Kurang dari 10 menit kami sekeluarga udah melewati imigrasi dan bisa jalan-jalan di bandara deh sebelum boarding time tiba…

Seneng deh nunggu boarding di Bandara Istanbul karena ada beberapa playground buat bikin anak aktif dan terhibur. So far, saya nemuin 2 playground disini dan keduanya sukses bikin Aimee gak merasa bosan. Di setiap playground juga dilengkapi dengan baby care room dimana orang tua bisa mengganti pakaian dan diaper serta menyusui atau menidurkan anak disini.

Pas lagi nungguin Aimee bermain di playgroundnya Bandara Istanbul, saya jadi mikir, kenapa di Bandara Ngurah Rai gak ada playground satu pun? Padahal turis yang ke Bali banyak yang family loh. Bahkan Bali punya reputasi bagus sebagai destinasi yang family friendly bagi turis dan expatriates yang tinggal di Bali. Tapi kok bandaranya justru kurang fasilitasnya? Bahkan bandara lain di Indonesia seperti Solo dan Makassar aja ada playgroundnya. Apalagi playground sebenarnya tidak membutuhkan space yang sangat luas. Kalau negara sekelas Maroko aja punya playground di Bandara Marrakesh, kenapa Bali yang jadi destinasi wisata utama di Indonesia justru gak ada yah? There are rooms for improvement, for sure.

Cuma ada satu downside dari Bandara Istanbul buat saya, yaitu terlalu gede! Capek, guys jalan dari area duty free ke lounge, bolak-balik dari nap room ke area restoran dan playground. Tapi other than that, kita sekeluarga menikmati banget fasilitas yang didedikasikan untuk keluarga. It helps going on a trip with toddler feels less painful and easier. Anyway, I love flying with Turkish Airlines and we consider to revisit Turkey again on our next Europe trip.
Curious about my adventures in Europe and America ?. You can click the following links to see my traveling videos that have aired on Net TV :
- Desa Hallstatt, Desa dengan Arsitektur Klasik di Pinggir Danau
- Imutnya Park Guell, Dunia Fantasi Ala Gaudi di Barcelona
- Ada Turki Mini di Bosnia Herzegovina
- Nyobain Makanan Khas Bosnia, Kaya Rasa dan Pasti Halal
- The Bean, Seni Kontemporer yang Ada di Film – film Hollywood
Want to help support my travel? Help me to visit 50 more countries and write more travel stories & guides by donating here
Watch my adventures & subscribe to my YouTube channel: The Island Girl Adventures
